SAMUDERA NEWS – Dengan semangat yang menggebu, perhelatan Pilkada Kalimantan Barat 2024 mulai memperlihatkan wajahnya. Setidaknya, tiga tokoh ternama telah menyatakan niatnya untuk turut serta dalam pesta demokrasi tersebut.
Tiga nama ini bukanlah asing bagi masyarakat Kalbar. Mereka bukan hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki rekam jejak yang meyakinkan dalam kepemimpinan mereka.
Berikut adalah profil dari ketiga calon gubernur di Pilkada Kalimantan Barat 2024:
1. Sutarmidji
Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2018-2023, Sutarmidji, telah mengajukan berkas pendaftarannya untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Sutarmidji, yang lahir di Pontianak pada 29 November 1962, telah meniti karier sebagai seorang dosen sebelum terjun ke dunia politik. Beliau pernah menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi.
Jejak politiknya dimulai ketika beliau menjadi anggota DPRD Kota Pontianak selama dua periode (1997-2003).
Sutarmidji kemudian mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota pada tahun 2003 dan berhasil terpilih sebagai Wakil Wali Kota Pontianak (2003-2008). Di dua periode berikutnya, beliau menjabat sebagai Wali Kota Pontianak.
Beliau mengepalai Kota Pontianak dari tahun 2008 hingga 2018 sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Barat melalui Pilgub 2018, bersama pasangannya Ria Norsan, dengan perolehan suara sebanyak 1.300.830.
2. Ria Norsan
Ria Norsan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023, lahir di Kabupaten Mempawah pada 17 Desember 1967.
Karier politiknya dimulai pada tahun 2019 ketika beliau bertarung dalam Pemilihan Bupati Mempawah.
Ria Norsan berhasil memenangkan pemilihan tersebut dan menjabat sebagai Bupati Mempawah selama dua periode, yaitu 2009-2014 dan 2014-2019. Pengalaman tersebut membawanya maju dalam Pilgub Kalbar 2018 dan terpilih sebagai Wakil Gubernur bersama Sutarmiji.
3. Muda Mahendrawan
Bupati Kubu Raya periode 2019-2024, Muda Mahendrawan, lahir di Pontianak pada 17 Agustus 1970.
Muda Mahendrawan memenangkan jabatan Bupati Kubu Raya melalui pemilihan umum independen pada tahun 2008.
Di awal masa jabatannya, beliau membuat keputusan mengejutkan dengan menolak jatah kendaraan operasional berupa mobil Toyota Camry. Dana yang dihemat dari pembelian kendaraan tersebut dialihkan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat oleh para guru, kepala desa, bidan desa, dan penyuluh pertanian di desa-desa.
Pada Pilkada Kubu Raya 2013, Muda Mahendrawan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Kubu Raya dengan jalur independen. Ia menggandeng Suharjo, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, sebagai calon wakilnya.
Demikianlah profil dari tiga tokoh yang berpotensi mengikuti Pilkada Kalimantan Barat pada tahun 2024 mendatang.***










