SAMUDERA NEWS– Air Susu Ibu (ASI) memegang peranan krusial dalam memberikan nutrisi bagi tumbuh kembang bayi, terutama dalam 6 bulan pertama kehidupannya. Namun, tidak semua ibu dapat menyusui karena berbagai faktor, sehingga muncullah kebutuhan akan donor ASI. Inilah 4 syarat donor ASI yang perlu diperhatikan.
Kebutuhan akan donor ASI di Indonesia masih sangat tinggi, namun kegiatan ini kebanyakan masih berjalan secara individual. Oleh karena itu, penggunaan donor ASI harus dilakukan dengan bijak dan mempertimbangkan kesehatan bayi sebagai prioritas utama.
Menurut panduan yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor ASI agar proses donor tersebut aman:
- Bayi Berusia Kurang dari 6 Bulan: Donor ASI hanya disarankan untuk bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, karena dalam rentang waktu tersebut ASI merupakan sumber nutrisi utama yang sangat dibutuhkan.
- Kondisi Kesehatan: Pendonor ASI dan pasangannya harus dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2. Penggunaan obat-obatan ilegal, kebiasaan merokok, atau minum alkohol juga harus dihindari.
- Produksi ASI Berlebih: Meskipun bayi sudah mendapatkan cukup ASI dari ibu kandungnya, pendonor ASI harus memiliki produksi ASI yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan bayi lain.
- Tidak Menerima Transfusi Darah atau Transplantasi Organ: Calon pendonor tidak boleh menerima transfusi darah atau transplantasi organ dalam 12 bulan terakhir, untuk memastikan keamanan ASI yang didonorkan.
Penggunaan donor ASI dapat memberikan manfaat besar bagi bayi yang membutuhkan, namun juga perlu diperhatikan beberapa risiko yang mungkin timbul, seperti penularan penyakit infeksi, paparan zat kimia dari obat-obatan, dan kontaminasi bakteri selama proses pemerahan dan penyimpanan ASI.
Selain itu, penggunaan donor ASI juga dapat berdampak pada produksi ASI ibu. Jika bayi terbiasa mengonsumsi ASI dari donor, produksi ASI ibu dapat menurun karena frekuensi menyusui langsung berkurang. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum menggunakan donor ASI.
Meskipun demikian, donor ASI tetap merupakan tindakan yang sangat positif untuk membantu bayi yang membutuhkan. Dengan memastikan kesehatan pendonor dan memperhatikan risiko yang mungkin timbul, penggunaan donor ASI dapat menjadi penyelamat bagi generasi mendatang.***









