SAMUDERA NEWS—Memahami karakteristik remaja pengguna narkoba, terutama dalam konteks keluarga, menjadi imperatif pada zaman ini. Fenomena penggunaan narkoba di kalangan remaja di Indonesia, khususnya, mengkhawatirkan dengan angka yang terus meningkat secara signifikan.
Data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan bahwa setiap tahun, angka pengguna narkoba di kalangan remaja Indonesia mengalami peningkatan hingga mencapai 24 persen.
Dampak negatif dari penggunaan narkoba tidak hanya memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mental remaja, namun juga dapat berujung fatal dengan risiko kematian yang tinggi.
Pola penggunaan narkoba pada remaja cenderung mulai pada usia sekitar 15 tahun, bahkan dalam beberapa kasus, ditemukan penggunaan narkoba pada anak-anak di bawah umur.
Perubahan perilaku yang terjadi saat remaja memasuki fase ini, dipengaruhi oleh pergaulan yang beragam dan rasa ingin tahu yang tinggi, serta dorongan dari lingkungan pertemanan, menjadi faktor utama yang memudahkan remaja untuk terpapar narkoba.
Mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba, termasuk ciri fisik yang muncul pada seorang remaja, merupakan langkah awal yang krusial dalam mencegah penyebaran penggunaan narkoba di kalangan remaja.
Berikut adalah dua ciri umum remaja pengguna narkoba yang perlu diwaspadai:
1. Ciri Fisik
Ciri fisik menjadi petunjuk yang mudah dikenali ketika menghadapi remaja yang terlibat dalam penggunaan narkoba. Beberapa ciri yang dapat diamati ketika seorang remaja menggunakan narkoba antara lain:
- Mata yang tampak memerah, dengan pupil yang menyempit
- Sering mengalami mual dan muntah tanpa alasan yang jelas
- Rentan terhadap gejala flu dan pilek
- Mengalami sakit pada mulut, yang pada tahap parah dapat ditandai dengan munculnya bintik coklat gelap di dalam mulut
- Serangan pusing yang sering terjadi
- Kebiasaan menggigit bibir atau mengalami dehidrasi
- Peningkatan keringat
- Penurunan nafsu makan dan gangguan tidur
- Penurunan berat badan yang signifikan dan kelelahan yang berkelanjutan
2. Ciri Psikologis
Dari segi psikologis, remaja yang terlibat dalam penggunaan narkoba cenderung mengalami gejala tidak hanya secara jangka pendek, tetapi juga jangka panjang, karena sifat adiktif narkoba yang memengaruhi sel-sel saraf otak secara langsung. Beberapa ciri psikologis yang dapat diamati pada remaja pengguna narkoba meliputi:
- Sering mengalami halusinasi dan kesulitan dalam berkomunikasi yang membuatnya sulit dipahami
- Perubahan penampilan yang signifikan dan kurangnya kepedulian terhadap penampilan diri
- Kecenderungan untuk menutup diri dan perubahan suasana hati yang tiba-tiba, serta penolakan untuk berinteraksi dengan keluarga atau lingkungan sosialnya secara umum.***







