SAMUDERA NEWS – Kerusuhan meletus di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) setelah massa yang menolak hasil Pilkada setempat melakukan aksi perusakan.
Kepala Polres Seram Bagian Timur, AKBP Agus Joko Nugroho, mengonfirmasi bahwa dua anggota polisi terluka ringan akibat insiden tersebut. “Massa mulai beraksi sekitar pukul 22.00 WIT, dengan melakukan pelemparan batu dan perusakan kantor KPU,” ujar Nugroho.
Kerusuhan dipicu oleh protes massa pendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, INA AMA (Rohani Vanath-Madja Rumatiga), yang berjumlah sekitar 200 orang. Mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU saat rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pilkada SBT.
Protes dimulai sekitar pukul 21.00 WIT, ketika massa menuduh KPU SBT melakukan kecurangan pada proses pemilihan, mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU). Beberapa ibu-ibu dalam massa aksi menyampaikan orasi yang menegaskan ketidakpercayaan mereka terhadap kinerja KPU.
Sekitar setengah jam setelah orasi, massa mencoba memaksa masuk ke ruang rapat pleno dan merusak pagar serta pintu samping kantor KPU. Mereka juga melemparkan batu ke arah gedung.
Polisi yang berada di lokasi mengamankan seorang warga berinisial AS (47) dari Desa Bula, yang berusaha memaksa masuk ke kantor KPU. Kapolres AKBP Agus Joko Nugroho yang turun langsung ke lokasi sempat meminta massa membubarkan diri, karena rapat pleno sementara dihentikan dan menunggu koordinasi lebih lanjut dengan KPU.
Meski massa membubarkan diri, sekitar satu jam kemudian, mereka kembali mendatangi kantor KPU setelah mendengar kabar bahwa rapat pleno telah dilanjutkan. Pada pertemuan kedua, massa kembali berusaha menghalangi jalannya proses rekapitulasi, namun upaya mereka dapat digagalkan oleh pihak kepolisian.
Akibatnya, dua polisi, Briptu Satrio Adi Wijayanto dan Bripka Bayu Firmansyah, terluka. Briptu Satrio menderita luka sobek akibat lemparan batu, sementara Bripka Bayu mengalami cedera ringan pada tangan kanan. Keduanya menerima perawatan medis di Polres Seram Bagian Timur.
Kapolres Agus Joko Nugroho menambahkan, pihak kepolisian telah mengidentifikasi sejumlah nama massa yang terlibat dalam perusakan. Untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut, polisi melakukan penutupan jalur menuju kantor KPU, termasuk area sekitar Gudang Logistik, Hotel Mutiara, Lapangan Futsal, dan Kantor Pajak.***












