SAMUDERA NEWS– Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan gizi masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi masalah gizi buruk dan stunting, terutama di kalangan anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Salah satu inisiatif penting dalam program MBG adalah melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai mitra penyedia makanan bergizi. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, program ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat tetapi juga ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Cara Bergabung sebagai Mitra Program MBG
Bagi pelaku UMKM yang tertarik menjadi mitra program MBG, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:
1. Syarat Usaha
Calon mitra harus memiliki usaha yang bergerak di bidang penyediaan makanan bergizi. Usaha tersebut bisa berupa UMKM, koperasi, atau lembaga lain yang mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi gizi buruk.
2. Pemanfaatan Pangan Lokal
Program ini mendorong penggunaan bahan pangan lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha pangan di daerah.
3. Pendaftaran Mitra
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN) di [https://mitra.bgn.go.id/](https://mitra.bgn.go.id/). Setelah itu, calon mitra harus mengisi formulir pendaftaran yang tersedia, melengkapi dokumen seperti KTP, NPWP, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
4. Verifikasi dan Proses Seleksi
Setelah pendaftaran, pihak BGN akan melakukan verifikasi terhadap data dan kapasitas penyediaan calon mitra untuk memastikan mereka dapat memenuhi standar kualitas program MBG.
5. Keamanan Pendaftaran
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengingatkan agar para calon mitra hanya mendaftar melalui situs resmi untuk menghindari penipuan. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk pendaftaran program ini.
Dengan bergabung sebagai mitra, Anda tidak hanya turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan usaha kecil. Program MBG ini diharapkan dapat menjangkau sekitar 3 juta anak di seluruh Indonesia, dengan fokus pada daerah-daerah yang menghadapi masalah gizi buruk.***












