SAMUDERA NEWS— Lebaran 2025 mencatat sejarah baru dalam dunia transportasi nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan sukses menyelenggarakan mudik yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga nyaman dan berkesan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Dengan total 5,82 juta penumpang dan 1,3 juta kendaraan yang diseberangkan melalui 15 lintasan nasional, kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antar-lembaga adalah kunci keberhasilan angkutan Lebaran.
“Terima kasih atas dedikasi semua pihak, dari Kementerian Perhubungan hingga para pengguna jasa yang tertib membeli tiket lebih awal. Ini bukan sekadar kerja teknis, ini kerja penuh hati untuk rakyat,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, pada Rabu (24/4/2025).
Angka Bicara: Lebaran Tahun Ini Lebih Tertib
Berdasarkan data posko nasional, jumlah penumpang meningkat 10,5% dibanding tahun lalu, sementara jumlah trip naik menjadi 21.973 perjalanan. Meski jumlah kapal bertambah menjadi 245 unit, volume kendaraan justru menurun 2%. Artinya, manajemen distribusi antarmoda terbukti efektif mengurangi beban di jalur utama.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy menyampaikan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2025 mencapai angka membanggakan: 90,9%, berdasarkan survei Litbang Kompas. “Dan yang lebih membahagiakan, 92,1% masyarakat menyatakan puas terhadap program mudik gratis,” ujarnya.
Kecelakaan Menurun Drastis, Bukti Manajemen Lalu Lintas Efektif
Korlantas Polri mencatat penurunan kecelakaan lalu lintas sebesar 34,31%, dari 7.064 kasus (2024) menjadi 4.640 kasus tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data dan penerapan kebijakan WFA (Work From Anywhere) telah berhasil menyebar waktu keberangkatan pemudik, sehingga menghindari penumpukan.
Apresiasi dari DPR: ASDP Jadi Contoh Transformasi Layanan
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dan anggota DPR Hamka B Kady turut memberikan pujian terhadap kinerja lintas sektor ini. “ASDP telah membuktikan diri sebagai operator yang mampu berinovasi dan beradaptasi. Layanan tiket digital Ferizy, penataan antrean di buffer zone, serta pengelolaan tarif tunggal layak menjadi standar baru pelayanan publik,” ujar Hamka.
Langkah Selanjutnya: Evaluasi dan Inovasi Berkelanjutan
Heru Widodo menegaskan bahwa ASDP akan terus berinovasi. “Mudik tahun ini bukan akhir, tapi pijakan menuju pelayanan yang lebih baik. Kami akan evaluasi menyeluruh agar ke depan, angkutan Lebaran makin inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutupnya.***












