SAMUDERA NEWS— Sebuah momentum bersejarah terjadi di simpang perempatan Tugu Patung Radin Intan, ikon kebanggaan masyarakat Lampung Selatan. Pada hari Selasa sore (26/8/2025), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan Jalan Ruas Simpang Tugu Radin Intan – Exit Tol Kalianda (R.077) yang terletak di samping Mall Pelayanan Publik (MPP) Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda.
Peresmian ini tidak hanya menandai selesainya pembangunan sebuah jalan, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas. Kehadiran jalan baru ini diproyeksikan mampu memperlancar konektivitas, memperpendek waktu tempuh, serta membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Lampung Selatan.
Jalan Baru untuk Agro Eduwisata
Pembangunan jalan ini sejak awal dirancang untuk mendukung konsep Agro Eduwisata, yang telah ditetapkan sebagai visi daerah dalam mengembangkan potensi Lampung Selatan. Konsep ini bertujuan mengintegrasikan sektor pertanian, edukasi, dan pariwisata agar mampu menciptakan daya tarik baru yang tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal.
Dalam uji coba jalur tersebut, Bupati Egi memilih cara yang berbeda dari biasanya. Ia mengendarai sepeda motor dan melintasi jalan sepanjang 1.680 meter yang masih terasa baru, dengan kondisi mulus dan rapi. Jalur tersebut diapit hamparan ladang jagung hijau di kedua sisi, menciptakan panorama pedesaan yang menyejukkan mata. Dari kejauhan, Gunung Rajabasa tampak berdiri megah, menjadi saksi bisu atas pembangunan yang terus berjalan selaras dengan alam dan budaya masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, hari ini kita menguji coba jalan baru di sekitar MPP Kalianda. Jalannya sudah mulus, pemandangannya cantik, dan sangat mendukung konsep Agro Eduwisata Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Pesan Menjaga Fasilitas Bersama
Selain menyampaikan rasa syukur, Bupati Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga infrastruktur yang sudah dibangun. Ia menekankan bahwa fasilitas umum merupakan milik bersama, sehingga masyarakat harus turut serta dalam merawatnya.
“Mari kita rawat bersama, jangan digunakan untuk balap-balapan. Jalan ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur dengan bijak.
Kehadiran Pejabat Daerah
Peresmian jalan ini turut dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Lampung Selatan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa jalan baru ini memiliki peran penting dalam strategi pembangunan besar yang sedang digulirkan pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan membuka akses baru menuju kawasan wisata.
Harapan untuk Kemajuan Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Egi menutup acara dengan optimisme. Ia berharap jalan yang lebih baik akan menjadi pintu masuk bagi lahirnya peluang ekonomi baru.
“Harapan kami, dengan jalan yang lebih baik, ekonomi masyarakat akan berkembang, kunjungan wisatawan meningkat, dan Lampung Selatan semakin maju. Insyaallah, Bismillah, kita bisa,” ucapnya.
Detail Teknis Pembangunan
Jalan Ruas Simpang Tugu Raden Intan – Exit Tol Kalianda (R.077) dibangun dengan panjang penanganan 1.680 meter dan lebar bervariasi antara 7 hingga 12 meter. Pembangunan menggunakan konstruksi rigid beton FS 45, dengan lapisan pondasi bawah (lean concrete/LC) setebal 10 cm dan rigid pavement setebal 30 cm.
Proyek infrastruktur ini menelan biaya sebesar Rp18.350.505.900, dengan pelaksana pembangunan PT Djuri Teknik melalui anggaran APBD Tahun 2025. Dengan spesifikasi yang kuat dan kokoh, jalan ini diharapkan dapat bertahan lama serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lampung Selatan.
Simbol Harapan Baru
Di bawah siluet Gunung Rajabasa yang gagah dan Tugu Radin Intan yang megah, peresmian jalan ini bukan sekadar seremoni belaka. Ia menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Lampung Selatan: sebuah daerah yang semakin terhubung, semakin indah, dan semakin berdaya saing. Jalan baru ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan yang dilakukan dengan visi dan perencanaan matang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Dengan hadirnya infrastruktur ini, Lampung Selatan semakin siap melangkah maju, membuka lembaran baru sebagai daerah yang sejahtera, modern, dan berakar pada kekuatan potensi lokalnya.***












