SAMUDERA NEWS- Ali Amran Tanjung resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) periode 2025–2030 melalui Muktamar V yang digelar di Majelis Az-Zikra, Sentul, Bogor, pada 22–24 Desember 2025. Proses pemilihan yang berlangsung khidmat tersebut mencapai mufakat antar Ketua Pengurus Wilayah se-Indonesia untuk menunjuk Ali Amran sebagai nakhoda baru didampingi KH Tairman Elon sebagai Sekretaris Jenderal.
Pemilihan ini menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Prof. Husnan Bey Fanani dan Ir. Abdurrahman Syagaff. Dalam narasinya, Ali Amran menegaskan komitmen Parmusi untuk tetap teguh di jalur dakwah Islamiyyah sekaligus memperkuat nilai-nilai nasionalisme. Ia ingin membawa organisasi ini menjadi wadah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas melalui kerja nyata di berbagai sektor kehidupan.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, saat membuka acara memberikan pesan khusus agar Parmusi menjadi benteng bagi generasi muda. Di tengah gempuran teknologi, Menag berharap Parmusi mampu mengawal anak muda agar tidak terseret arus modernisasi yang negatif, serta tetap konsisten mengedepankan nilai-nilai Islam yang toleran dan inklusif.
Sejalan dengan arahan tersebut, Sekjen Parmusi KH Tairman Elon menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Ali Amran, organisasi akan mengedepankan dakwah bil-hal. Artinya, pemberdayaan umat tidak hanya dilakukan lewat ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membangun ketahanan ekonomi, sosial, dan spiritual masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
“Parmusi harus menjadi jembatan hati bagi ummat, bangsa, dan negara. Parmusi harus banyak berbuat baik. Seluruh pengurus harus yakin bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberi banyak manfaat bagi banyak manusia,” tegas Ali Amran Tanjung.
Muktamar V ini dihadiri oleh utusan pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dengan hasil ini, kepengurusan baru Parmusi bersiap berkolaborasi dengan berbagai elemen bangsa guna mengawal arah perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik melalui moralitas dan spiritualitas yang kuat.***












