SAMUDERA NEWS— Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon manajerial dan administratif pada Rabu, 17 September 2025. Upacara yang berlangsung khidmat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus itu menjadi titik tolak pembaruan birokrasi yang digadang-gadang akan mempercepat realisasi program pembangunan daerah.
Pelantikan berdasarkan beberapa keputusan bupati yang diumumkan saat acara:
• Keputusan Nomor B.319/45/08/2025 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi pratama.
• Keputusan Nomor B.320/45/08/2025 tentang pengangkatan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama.
• Keputusan Nomor B.321/45/08/2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam dan dari jabatan administrator.
• Keputusan Nomor 800.1.3.3/1265/45/2025 tentang pengangkatan dalam jabatan fungsional auditor melalui perpindahan dari jabatan lain.
Bupati Asnawi menegaskan bahwa rotasi dan promosi dilakukan atas dasar penilaian kinerja dan kompetensi. “Pelantikan ini murni hasil seleksi kinerja, tanpa gratifikasi atau pungutan. Kami butuh birokrasi yang bersih, efektif, dan cepat bekerja,” kata Asnawi dalam sambutannya.

Mengenalkan “Budaya Kerja Jalan Lurus”
Pada kesempatan itu Asnawi memperkenalkan konsep yang ia sebut “Budaya Kerja Jalan Lurus” sebagai roh reformasi internal. Lima prinsip utama yang diharapkan menjadi pegangan aparatur adalah: fokus pada tujuan, meluruskan arah kerja untuk mencegah penyimpangan, menjaga integritas dan kejujuran, mengedepankan kolaborasi, serta istiqomah atau konsistensi dalam pelaksanaan tugas.
Menurut Bupati, budaya tersebut tidak sebatas slogan. Implementasinya akan diwujudkan lewat kebijakan konkret: penguatan sistem penilaian kinerja (KPI), pelatihan etik dan anti-korupsi, mekanisme pelaporan publik yang transparan, dan evaluasi berkala atas capaian program. “Turunlah ke lapangan, dengarkan rakyat, dan berikan pelayanan terbaik. Kita hadir untuk melayani, bukan dilayani,” tegas Asnawi.
Siapa yang Dilantik dan Tugas Baru Mereka
Beberapa nama penting yang mengambil posisi baru antara lain:
• Syamdjuniston S.H., M.M. — promosi dari Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan. Tugasnya: merancang sinergi kebijakan ekonomi daerah agar selaras dengan target RPJMD.
• Riswanda Djunaidi S.E., M.M. — dari Kepala Dinas PUPR menjadi Kepala Bidang Produksi Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan; diharapkan mendorong peningkatan produksi ternak lokal dan program ketahanan pangan.
• Taufik Hidayat, S.E., M.Kes. — dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat; fokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan layanan promotif preventif.
• Mahrizan Al-Rizkie, S.Kom., M.T.I. — dilantik menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM; bertanggung jawab terhadap pembenahan manajemen ASN dan program peningkatan kompetensi.
• Irvan Wahyudi, S.T., M.M. — ditunjuk sebagai Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; akan memimpin koordinasi program sosial hingga penanganan bencana.

Dampak Nyata bagi Pelayanan Publik dan Pembangunan
Pelantikan ini diharapkan mempercepat realisasi proyek prioritas: perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan primer, program pemberdayaan petani dan nelayan, serta pengembangan SDM. Dengan penempatan pejabat yang lebih fokus pada bidang spesifik, pemerintah daerah menargetkan efisiensi anggaran dan akselerasi realisasi APBD.
Namun implementasi konsep “Jalan Lurus” memiliki tantangan: memastikan indikator kinerja benar-benar mengikat, menutup celah penyimpangan di level teknis, dan menjaga kontinuitas program meski terjadi rotasi pejabat. Untuk itu, Bupati menyebut akan membentuk tim monitoring independen dan memperkuat fungsi pengawasan internal.
Reaksi Publik dan Harapan Masyarakat
Beberapa unsur masyarakat sipil dan pegawai menyambut baik penyegaran birokrasi, tetapi menuntut agar janji transparansi dan antigratifikasi tidak sekadar retorika. Warga berharap pelayanan perizinan, kesehatan desa, dan program bantuan sosial lebih cepat disalurkan dan mudah diakses. Sementara ASN di lingkungan Pemkab diminta aktif mengawal perubahan dan beradaptasi dengan target kinerja baru.
Langkah Ke Depan: Roadmap Implementasi
Untuk memastikan budaya kerja baru berjalan, pemerintah daerah perlu rencana aksi terukur: penyusunan KPI sektoral dan individu, pelatihan intensif untuk pejabat eselon II–IV, digitalisasi layanan publik, serta peluncuran layanan pengaduan daring yang responsif. Selain itu, audit kinerja triwulan dan pelibatan masyarakat dalam evaluasi layanan menjadi kunci akuntabilitas.

Penutup Berpantun
Acara pelantikan ditutup dengan nuansa ringan namun menyentuh, saat Bupati Asnawi mengakhiri pidato dengan pantun:
Lumba-lumba maskot Tanggamus,
Slogannya Bumi Begawi Jejama.
Dengan budaya kerja jalan lurus,
Kita majukan Tanggamus bersama-sama.****












