SAMUDERA NEWS- Dalam semangat membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS), Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.I.P., M.M., bersama Ketua Cabang 7 PG Kormar, Ny. Yayuk Supriadi Tarigan, memimpin panen raya melon varietas unggulan “Pertiwi, Mandala, dan Merlion Golden” di Kebun Ketahanan Pangan Yonif 7 Marinir, Marine 7 Ranch, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Lebih dari Sekadar Panen
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini menandai keberhasilan budidaya melon di satuan Yonif 7 Marinir. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa satuan TNI AL mampu mengintegrasikan tugas pertahanan dengan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional.
“Panen ini bukan hanya untuk kebutuhan internal prajurit, tapi juga sebagai pesan kuat bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara,” tegas Danbrigif dalam sambutannya.
Prajurit Memetik, Nutrisi Terdistribusi
Acara panen dilakukan langsung oleh Danbrigif 4 Mar/BS dan Ny. Yayuk Supriadi Tarigan yang memetik melon pertama, diikuti para Perwira Staf, Dansatlak, pengurus Jalasenastri, dan prajurit Yonif 7 Marinir.
“Melon ini bukan sekadar buah, tapi vitamin, nutrisi, dan pengetahuan. Prajurit butuh gizi seimbang untuk menjaga stamina dalam bertugas,” tambah Danbrigif.
Selain menambah asupan pangan bergizi, hasil panen ini juga diharapkan menjadi media pembelajaran pertanian produktif di lingkungan militer dan masyarakat sekitar.
Selaras dengan Program Nasional
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan semangat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat. Brigif 4 Mar/BS ingin memastikan bahwa prajurit, keluarga, dan masyarakat sekitar memiliki akses pada pangan sehat dan berkualitas.
“Kami mendukung penuh MBG. Dengan lahan produktif dan pemanfaatan teknologi pertanian, prajurit bisa jadi teladan produktivitas di bidang pangan,” ujar Danbrigif.
Ketahanan Pangan = Ketahanan Negara
Program kebun melon ini merupakan salah satu bagian dari pengelolaan inovatif lahan tidak produktif menjadi kebun pangan bernilai ekonomi. Di tengah ancaman global terhadap pangan, TNI AL menunjukkan bahwa langkah kecil seperti menanam melon pun punya kontribusi besar bagi ketahanan nasional.***












