• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, November 1, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif dan Refleksi Eksistensial

MeldabyMelda
24/11/2025
in Berita
Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif dan Refleksi Eksistensial
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS– Puisi “Hikayat Sinar yang Disangkal” karya Muhammad Alfariezie menawarkan perjalanan batin yang dalam, mengajak pembaca menelusuri keheningan, kesepian, dan ironi dalam kehidupan manusia melalui simbolisme langit dan benda-benda kosmis. Karya ini menonjolkan lirisisme kontemplatif yang memadukan keindahan bahasa dengan refleksi eksistensial yang mendalam.

Puisi dibuka dengan baris yang sederhana namun sarat makna:

“Bulan datang dengan kesendirian
yang begitu-begitu saja meski
bintang sedang bahagia dalam
rahasianya.”

BeritaLainnya

Southbank Gandeng Polda Lampung, Puluhan Karyawan Jalani Pemeriksaan Narkotika

Bukan Sekadar Gelar Profesor, Dr. Budiono Kantongi Dukungan Terbesar Senat Unila

Sejak awal, pembaca diseret masuk ke ruang batin yang sepi namun intim. Kesendirian bulan bukan sekadar deskripsi astronomis, melainkan cermin dari kondisi manusia yang kerap merasa terisolasi meskipun di sekelilingnya ada kehidupan yang tampak meriah. Kebahagiaan bintang yang tersembunyi menjadi metafora bagi dunia yang terlihat indah bagi orang lain, sementara individu tertentu terperangkap dalam rutinitas yang monoton dan sunyi.

Alfariezie kemudian menambahkan dimensi kontemplatif yang lebih dalam: “bulan enggak pandai memanfaatkan ruang walau matahari telah banyak memberi sejak pagi hingga senja.” Di sini, cahaya matahari menjadi simbol peluang, kebaikan, atau kesempatan yang diberikan dunia, namun bulan tetap berada dalam kondisi kurang atau gagal memanfaatkan anugerah tersebut. Penyair menyoroti ketidakmampuan dan perasaan inferioritas yang kadang dirasakan manusia, menghadirkan refleksi yang memicu pembaca untuk merenung tentang ketidaksetaraan, pilihan hidup, dan ketidakadilan kosmik maupun sosial.

ADVERTISEMENT

Salah satu puncak lirisisme puisi ini muncul ketika penyair menulis: “langit musykil memilih bulan sebagai penghias termulia.” Ada sentuhan ironi yang halus di sini: meskipun ada pengakuan akan keindahan dan pentingnya bulan, alam semesta tampak acuh atau ragu. Alfariezie menghadirkan kontras antara harapan untuk dihargai dan realitas yang keras, seakan mengingatkan bahwa dalam hidup, bahkan yang indah dan berharga tidak selalu mendapatkan tempat yang layak.

Baris penutup puisi, “Bulan, pantas menjadi lahan tambang China,” memberikan kejutan dramatis yang tajam. Lirisisme lembut yang sudah berkembang di awal tiba-tiba diguncang oleh kritik sosial dan realitas dunia yang keras: eksploitasi, kapitalisme global, dan dominasi negara besar. Penyair mengaitkan objek kosmis dengan konteks sosial-politik kontemporer, mengingatkan bahwa tidak ada yang luput dari logika eksploitasi—bahkan bulan sekalipun, simbol keindahan dan ketenangan, dapat menjadi komoditas.

Kekuatan puisi ini terletak pada kemampuannya memadukan lirisisme dan kritik sosial secara organik. Pembaca tidak hanya diajak menikmati keindahan bahasa, tetapi juga diajak merenungi kesepian manusia, ketidakberdayaan, dan ironi hidup yang kadang tidak adil. “Hikayat Sinar yang Disangkal” menjadi refleksi tentang eksistensi manusia yang terus menerima sinar dan kesempatan, namun kerap merasa kurang, tersisih, atau dieksploitasi oleh realitas di sekitarnya.

Selain itu, puisi ini juga menekankan kemampuan bahasa untuk menghadirkan lapisan makna yang kompleks: dari kontemplasi pribadi hingga komentar sosial-politik. Muhammad Alfariezie menunjukkan bahwa puisi modern dapat menjadi media refleksi yang mendalam, yang tidak hanya menyejukkan estetika, tetapi juga menantang pikiran dan perasaan pembaca untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih kritis.

Dengan demikian, “Hikayat Sinar yang Disangkal” menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai penyair yang mampu menggabungkan lirisisme kontemplatif, ironi halus, dan kritik sosial yang tajam, menghasilkan karya yang memikat, memprovokasi, dan meninggalkan jejak reflektif yang panjang bagi siapa pun yang membacanya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Hikayat Sinar yang Disangkalkritik sosial dalam puisilirisisme modernMuhammad AlfarieziePuisi Indonesiapuisi kontemplatifpuisi reflektifSastra Lampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

PAPELA Perkuat Jejaring Advokat Perempuan, Dorong Peran Strategis di Ranah Hukum Lampung

Next Post

Polres Lampung Selatan Maksimalkan Pengamanan di IJTIMA “Indonesia Berdoa”, Peserta dari Seluruh Nusantara dan Mancanegara Mulai Berdatangan

Related Posts

Southbank Gandeng Polda Lampung, Puluhan Karyawan Jalani Pemeriksaan Narkotika
Berita

Southbank Gandeng Polda Lampung, Puluhan Karyawan Jalani Pemeriksaan Narkotika

31/10/2026
Bukan Sekadar Gelar Profesor, Dr. Budiono Kantongi Dukungan Terbesar Senat Unila
Berita

Bukan Sekadar Gelar Profesor, Dr. Budiono Kantongi Dukungan Terbesar Senat Unila

31/10/2026
MA Batalkan Surat Penyetaraan Gibran, GEMA PUAN: Konstitusi Jangan Jadi Korban Kekuasaan!
Berita

MA Batalkan Surat Penyetaraan Gibran, GEMA PUAN: Konstitusi Jangan Jadi Korban Kekuasaan!

31/10/2026
Alumni Unila Kompak Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie Minta Mendikristek Dengarkan Suara Kampus Hijau
Berita

Alumni Unila Kompak Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie Minta Mendikristek Dengarkan Suara Kampus Hijau

31/10/2026
PWI Pringsewu Perkuat Kekompakan Pengurus, Kaderisasi Jadi Perhatian
Berita

PWI Pringsewu Perkuat Kekompakan Pengurus, Kaderisasi Jadi Perhatian

30/10/2026
Dr. Budiono Ungguli Dua Kandidat, Perebutan Kursi Rektor Unila Masuki Babak Penentuan
Berita

Dr. Budiono Ungguli Dua Kandidat, Perebutan Kursi Rektor Unila Masuki Babak Penentuan

30/10/2026
Next Post
Polres Lampung Selatan Maksimalkan Pengamanan di IJTIMA “Indonesia Berdoa”, Peserta dari Seluruh Nusantara dan Mancanegara Mulai Berdatangan

Polres Lampung Selatan Maksimalkan Pengamanan di IJTIMA “Indonesia Berdoa”, Peserta dari Seluruh Nusantara dan Mancanegara Mulai Berdatangan

Polres Lampung Selatan Bubarkan Balap Liar di Jalur 2 Sabah Balau, Kasat Lantas Tegaskan Risiko Fatal bagi Remaja

Polres Lampung Selatan Bubarkan Balap Liar di Jalur 2 Sabah Balau, Kasat Lantas Tegaskan Risiko Fatal bagi Remaja

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Sepi: Ada Apa di Balik Kejanggalan Ini?

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Sepi: Ada Apa di Balik Kejanggalan Ini?

Lampung Lampaui Target Investasi 2025: Ekonomi Melonjak, Pembangunan Daerah Kian Terakselerasi

Lampung Lampaui Target Investasi 2025: Ekonomi Melonjak, Pembangunan Daerah Kian Terakselerasi

Pemprov Lampung Percepat Reformasi Birokrasi, Sistem Manajemen Talenta Jadi Kunci ASN Profesional

Pemprov Lampung Percepat Reformasi Birokrasi, Sistem Manajemen Talenta Jadi Kunci ASN Profesional

Berita Terkini

  • Realz Interac per i Giocatori Canadesi
  • Kan je op Westace spelen zonder in te loggen?
  • Southbank Gandeng Polda Lampung, Puluhan Karyawan Jalani Pemeriksaan Narkotika
  • Bukan Sekadar Gelar Profesor, Dr. Budiono Kantongi Dukungan Terbesar Senat Unila
  • MA Batalkan Surat Penyetaraan Gibran, GEMA PUAN: Konstitusi Jangan Jadi Korban Kekuasaan!

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In