SAMUDERA NEWS— Lebih dari 10.000 warga Lampung berkumpul di Pusat Kota Bandar Lampung pada 19 April lalu untuk menyuarakan solidaritas bagi Palestina dalam Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III. Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, lintas agama, ormas, mahasiswa, dan tokoh-tokoh masyarakat yang menyerukan penghentian genosida di Gaza dan penjajahan yang terus berlangsung.
Aksi ini semakin berwarna dengan kegiatan longmarch, konvoi, orasi dari para tokoh, teater, puisi, dan penggalangan donasi kemanusiaan. Selain itu, ada pula gerakan boikot dengan pemasangan stiker dan banner yang mengajak masyarakat untuk tidak membeli produk afiliasi Zionis Israel, sebagai bentuk solidaritas nyata terhadap Palestina.
Dalam evaluasi pasca aksi yang digelar pada 26 April, panitia menyampaikan hasil donasi yang terkumpul dari berbagai sumber. Muhammad Yasir, tokoh masyarakat sekaligus inisiator aksi, menegaskan bahwa Aksi Jilid III ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah aksi Palestina di Provinsi Lampung.
“Kami yakin, aksi ini merupakan bukti bahwa masyarakat Lampung sangat peduli pada Palestina. Masyarakat di sini memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi,” ujarnya.
Donasi yang terkumpul mencapai hampir Rp 200 juta pada saat aksi, dan setelah penambahan dari berbagai pihak, total donasi yang siap dikirimkan menjadi sekitar 20.000 USD atau setara dengan Rp 340 juta. Donasi tersebut tidak hanya berasal dari aksi, tetapi juga kontribusi dari pihak swasta, seperti perusahaan Almaz Antasari yang menyumbang sebesar Rp 100 juta sebelum aksi.
Namun, dalam evaluasi tersebut juga muncul satu hal yang belum terkonfirmasi, yakni informasi tentang donasi dari Walikota Bandar Lampung, Bunda Eva, yang disebut-sebut akan memberikan donasi sebesar Rp 100 juta. Sayangnya, informasi tersebut belum terealisasi hingga evaluasi dilakukan.
Firmansyah, tokoh masyarakat sekaligus inisiator aksi, menambahkan bahwa meskipun Aksi Jilid III berjalan dengan sukses, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait dengan antisipasi cuaca. Selama aksi, dilaporkan ada 12 orang yang pingsan karena panas terik.
“Kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan ini dan siap menggelar Aksi Jilid IV jika diperlukan. Aksi ini akan terus berlangsung hingga Palestina merdeka!” tegas Firmansyah.
Untuk penyaluran donasi, tim pengiriman yang terdiri dari beberapa tokoh seperti Ustadz Yasir, Ustadz Firmansyah, dan Ustadz Ibnu Irawan, akan memastikan bahwa dana tersebut sampai dengan tepat di Gaza melalui akses Mesir. Rencananya, pengiriman donasi ini akan dilakukan segera setelah proses administrasi dan visa selesai, dengan kemungkinan perjalanan yang dimulai pada 28 April mendatang.
“Kami berkomitmen untuk mengantarkan donasi ini langsung ke Palestina, dan biaya perjalanan akan kami tanggung pribadi,” tutup Ustadz Firmansyah.***











