SAMUDERA NEWS – Senin, 1 September 2025, suasana di Sekretariat DPRD Provinsi Lampung dipenuhi ratusan mahasiswa yang datang bersama elemen masyarakat setempat untuk menggelar aksi damai. Aksi ini bertujuan menyuarakan 13 tuntutan strategis yang dianggap penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, menegakkan keadilan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Lampung.
Ratusan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa lintas kampus, aktivis masyarakat, dan tokoh pemuda berkumpul sejak pagi, membawa atribut lengkap, spanduk, dan poster berisi tuntutan mereka. Koordinator aksi menyatakan bahwa tuntutan ini lahir dari aspirasi masyarakat luas dan bukan sekadar kepentingan kelompok tertentu.
Adapun 13 tuntutan yang disampaikan antara lain:
1. Segera pengesahan RUU Perampasan Aset untuk menindak tegas korupsi dan penggelapan aset negara.
2. Transparansi penuh terkait tunjangan DPRD dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran.
3. Evaluasi dan pemberhentian menteri-menteri yang terlibat masalah hukum maupun etika.
4. Pemecatan kader partai politik yang tersandung kasus hukum agar partai tetap bersih dari praktik korupsi.
5. Desakan agar Kapolri mempertimbangkan mundur bila tidak mampu menjaga integritas institusi.
6. Efisiensi anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan agar dana publik lebih tepat sasaran.
7. Kenaikan gaji guru, tenaga medis, dan paramedis sebagai bentuk penghargaan terhadap pelayanan publik.
8. Pembebasan lahan rakyat yang selama ini terdampak sengketa atau perebutan tanah.
9. Pengukuran ulang lahan SGC untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dan hak rakyat terabaikan.
10. Mendesak Kapolda Lampung dan Kejaksaan Tinggi Lampung segera bertindak terkait polemik SGC.
11. Pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan yang menggunakan dana APBD maupun APBN.
12. Transparansi dalam penerimaan beasiswa dan program pendidikan untuk mencegah penyalahgunaan.
13. Peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur untuk rakyat Lampung.
Dalam aksinya, mahasiswa menekankan bahwa tuntutan ini adalah representasi suara rakyat, dan mereka siap mengawal prosesnya hingga ada realisasi konkret dari pemerintah pusat maupun daerah. Para peserta aksi juga mengimbau seluruh warga untuk tetap tertib dan mengedepankan komunikasi damai.
Menanggapi gelombang aspirasi ini, Gubernur Lampung Ahmad Mirzani Djausal hadir langsung di lokasi untuk bertemu massa. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan kepentingan publik.
“Saya berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa yang telah hadir hari ini. Saya berharap aksi ini tetap berjalan kondusif, tertib, dan damai. Aspirasi yang kalian suarakan akan kami sampaikan ke Presiden dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Gubernur Mirzani.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. “Mari kita tunjukkan bahwa Lampung adalah provinsi yang penuh disiplin dan persatuan. Adik-adik mahasiswa adalah aset bangsa; mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Lampung,” tambahnya.
Aksi damai ini dikawal ketat aparat kepolisian untuk memastikan keamanan peserta dan warga sekitar. Selain itu, panitia aksi menyiapkan jalur khusus bagi mahasiswa agar alur demonstrasi berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain.
Seiring berjalannya aksi, mahasiswa berjanji untuk terus memantau perkembangan tuntutan mereka dan melakukan dialog konstruktif dengan pemerintah hingga setiap poin terealisasi. Suasana aksi berlangsung damai, dengan semangat persatuan, kedisiplinan, dan aspirasi yang jelas menjadi pesan utama bagi seluruh pihak terkait.***












