SAMUDERA NEWS – Ketua Pansus Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Pringsewu, Anton Subagyo, memberikan dukungannya kepada anggota pansus yang memperjuangkan pembenahan wajah ibukota kabupaten. Namun, menurutnya, perbaikan wajah ibukota tidak cukup hanya dengan membahas penataan tampilan, karena ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Pernyataan tersebut disampaikan Anton Subagyo saat ditemui di ruang Fraksi Partai Golkar, DPRD Pringsewu, pada Selasa (14/1). Anton juga mengungkapkan keraguannya mengenai wilayah mana yang harus menjadi prioritas dalam perwajahan ibukota kabupaten serta langkah-langkah yang perlu diambil terlebih dahulu untuk mendukung program tersebut.
Menurut Anton, untuk membuat ibukota kabupaten lebih indah dan menarik, baik pemerintah kabupaten (pemkab) maupun dewan perlu sepakat mengenai prioritas pembangunan. “Apakah kita akan mulai dengan membangun jalur dua arah dari Tugu Gajah hingga perkantoran bupati, atau dimulai dari Pekon Sidoharjo hingga pusat kota Pringsewu. Ini yang perlu dijelaskan, karena jika tidak ada fokus, pembangunan tidak akan tuntas,” ujarnya.
Anton juga menyoroti ketertinggalan pembangunan jalur dua arah yang belum selesai, meskipun lokasi tersebut sudah termasuk area perkantoran pemkab.
Lebih lanjut, Anton menekankan bahwa jika fokus pembangunan wajah ibukota dimulai dari Pekon Sidoharjo hingga pusat kota Pringsewu, prioritas pertama harus pada perbaikan infrastruktur yang mendukung, seperti jalan, trotoar, dan drainase. “Sampai saat ini, Pringsewu sering dilanda banjir. Jika masalah banjir belum tuntas, wajah kota akan terus bermasalah,” katanya.
Menurut Anton, hal pertama yang harus diselesaikan adalah perbaikan drainase. “Buat drainase yang dalam dan lebar agar air hujan bisa tertampung dengan baik, tidak meluap ke jalan raya atau permukiman,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Anton menjelaskan, jika drainase sudah baik, maka wajah kota akan terlihat lebih bersih, karena tidak ada lagi banjir saat hujan deras. “Setelah drainase tuntas, baru kita pikirkan untuk membangun trotoar, jalan, dan lampu jalan,” tambahnya.
Dengan demikian, Anton menekankan pentingnya penetapan prioritas pembangunan, apakah dimulai dari jalur dua arah kantor bupati atau dari Pekon Sidoharjo menuju pusat kota.***












