• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun, Politik Identitas Mulai Mengintai Persatuan Bangsa

MeldabyMelda
10/09/2026
in Berita
Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun, Politik Identitas Mulai Mengintai Persatuan Bangsa
ADVERTISEMENT

BeritaLainnya

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar

Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum

SAMUDERA NEWS- Menjelang Pemilu 2029, waktunya memang masih sekitar tiga tahun. Namun, nuansa politik mulai terasa memanas.

Gonjang-ganjing mengenai isu kerusuhan seperti yang pernah terjadi pada 1998 kemungkinan besar tidak akan terulang dalam bentuk yang sama. Situasi politik saat ini dinilai sudah lebih mudah dibaca, termasuk mengenai siapa yang bermain, siapa yang menjadi dalang, serta dari mana dukungan logistiknya berasal.

Istilah “kudeta merayap” pun dinilai sudah tidak lagi ampuh untuk menjadi instrumen politik. Semua pada akhirnya akan kembali kepada pertarungan politik 2029, yakni perebutan kekuasaan melalui mekanisme demokrasi dan pemilu. Rakyat akan menentukan pilihan politiknya untuk memilih presiden dan wakil presiden serta wakil-wakilnya di lembaga legislatif.

Namun, ada hal lain yang justru perlu diwaspadai dalam tiga tahun terakhir menuju Pemilu 2029, yakni menguatnya politik ideologis dan penggunaan sentimen agama sebagai instrumen politik.

Nuansa tersebut, menurut penulis, mulai dimainkan di kalangan aktivis dan relawan. Jika tidak dikelola dengan baik, isu-isu semacam itu berpotensi merembet lebih luas ke tengah masyarakat.

Politik Kepentingan Mulai Menguat

Slogan “politik secukupnya, berkawan selamanya” perlahan terasa semakin redup.

Yang muncul justru politik kepentingan: siapa berada dalam kelompok mana, siapa mendukung siapa, dan kepentingan politik apa yang dibawa.

Dalam situasi seperti ini, identitas ideologi dan latar belakang keagamaan seseorang berpotensi ikut dijadikan ukuran dalam menentukan kawan maupun lawan politik.

Jika politik mulai dibangun berdasarkan pertanyaan tentang seseorang berasal dari kelompok mana, memiliki ideologi apa, atau menganut agama apa, maka demokrasi menghadapi persoalan yang serius.

Politik seharusnya menjadi ruang untuk memperjuangkan gagasan, program, kepentingan masyarakat, serta masa depan bangsa. Bukan menjadi arena untuk mempertentangkan identitas.

Jangan Biarkan Sentimen Agama Menjadi Senjata Politik

Penggunaan sentimen agama dalam politik bukan persoalan sederhana. Ketika identitas keagamaan mulai dijadikan alat untuk membangun dukungan sekaligus menjatuhkan kelompok lain, polarisasi masyarakat dapat semakin tajam.

Begitu pula dengan politik ideologis yang menempatkan kelompok tertentu sebagai kawan atau lawan berdasarkan identitas politiknya.

Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Karena itu, perbedaan pilihan politik semestinya tidak menghilangkan persaudaraan sebagai sesama warga negara.

Pemilu adalah mekanisme konstitusional untuk menentukan kepemimpinan melalui suara rakyat. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi.

Yang menjadi berbahaya adalah ketika perbedaan tersebut berubah menjadi permusuhan berdasarkan agama, ideologi, kelompok, atau identitas sosial.

Tiga Tahun Menjelang 2029 Harus Menjadi Masa Kewaspadaan

Tiga tahun menjelang Pemilu 2029 seharusnya menjadi momentum untuk membangun kesadaran politik masyarakat, bukan memperbesar jurang perpecahan.

Aktivis, relawan, tokoh masyarakat, elite politik, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kompetisi politik tetap berada dalam koridor demokrasi.

Jangan sampai politik hanya menjadi pertarungan tentang siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah.

Lebih jauh dari itu, politik harus menjadi sarana untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi tujuan utama.

Kita boleh berbeda pilihan. Kita boleh berbeda pandangan politik. Kita boleh mendukung calon atau kelompok yang berbeda.

Tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Jika politik sudah menganut prinsip bahwa kawan dan lawan ditentukan berdasarkan agama serta ideologi, maka kondisi tersebut patut diwaspadai.

Sebab, dari sinilah potensi guncangan politik dapat muncul.

Pemilu 2029 memang masih tiga tahun lagi. Namun, menjaga demokrasi, persatuan, dan kedewasaan politik tidak boleh menunggu sampai tahun pemilu tiba.

Waspada sejak sekarang. Jangan biarkan sentimen agama dan politik ideologis menjadi bahan bakar yang membakar persatuan bangsa.***

ADVERTISEMENT
Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: aktivisDemokrasiDemokrasi IndonesiaIsu Politikopini politikPancasilapemiluPemilu 2029persatuan bangsapolarisasi politikpolitik 2029politik agamapolitik identitaspolitik ideologisPolitik Indonesiapolitik kepentingan.relawanRidwan 98sentimen agamatahun politik
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

RM Sambel Seruit Bu Lin Disorot: Tolak Pemeriksaan DLH hingga Dugaan Pelanggaran Pajak dan IPAL

Next Post

GMNI Lampung Tantang Pejabat Makan Menu MBG, Soroti Ketimpangan Anggaran Konsumsi

Related Posts

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar
Berita

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar

13/09/2026
Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum
Berita

Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum

13/09/2026
Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan
Berita

Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan

13/09/2026
Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka
Berita

Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka

13/09/2026
Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo
Berita

Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo

13/09/2026
Himatra Laporkan RM Sambel Seruit Bu Lin ke DPRD, Tiga Persoalan Jadi Sorotan
Berita

Himatra Laporkan RM Sambel Seruit Bu Lin ke DPRD, Tiga Persoalan Jadi Sorotan

13/09/2026
Next Post
GMNI Lampung Tantang Pejabat Makan Menu MBG, Soroti Ketimpangan Anggaran Konsumsi

GMNI Lampung Tantang Pejabat Makan Menu MBG, Soroti Ketimpangan Anggaran Konsumsi

234 Hektare Kebun Sawit Diduduki Masyarakat, PTPN Bekri Wajib Buktikan Status HGU

234 Hektare Kebun Sawit Diduduki Masyarakat, PTPN Bekri Wajib Buktikan Status HGU

Ketua BPK Kayubatu Buka Suara, Musyawarah BUMKam Disebut Tak Pernah Melibatkan BPK

Ketua BPK Kayubatu Buka Suara, Musyawarah BUMKam Disebut Tak Pernah Melibatkan BPK

GOR Saburai Tinggal Sejarah, Komunitas Budaya Baru Serukan “Bangun Lagi Saburai”

GOR Saburai Tinggal Sejarah, Komunitas Budaya Baru Serukan “Bangun Lagi Saburai”

Sorotan LSM PRO RAKYAT Berbuah Respons, Jalan Provinsi Way Muli Bakal Diperbaiki 2027

Sorotan LSM PRO RAKYAT Berbuah Respons, Jalan Provinsi Way Muli Bakal Diperbaiki 2027

Berita Terkini

  • Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar
  • Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum
  • Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan
  • Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka
  • Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In