• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, October 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Pringsewu Mulai Panas, Mabes TNI Turun Tangan Cegah Karhutla

MeldabyMelda
01/09/2026
in Berita
Pringsewu Mulai Panas, Mabes TNI Turun Tangan Cegah Karhutla
ADVERTISEMENT

BeritaLainnya

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter

59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif

SAMUDERA NEWS — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius. Mabes TNI turun langsung ke Kabupaten Pringsewu, Lampung, untuk menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Selasa (1/9/2026). Sosialisasi digelar sebagai langkah antisipasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Tim penyuluh Karhutla dari Mabes TNI hadir dipimpin Kolonel CPM Tri Handoko selaku ketua tim. Ia didampingi Kolonel Ahadiat dan Letkol Laut (PM) Jusak Pardede.

Kegiatan itu turut dihadiri Plt. Kepala BPBD Pringsewu Arif Nugroho, anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar Anton Subagiyo SH, Forkopimcam Gadingrejo, seluruh kepala pekon, penyuluh pertanian serta tokoh masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Tri Handoko menekankan pentingnya langkah pencegahan Karhutla, terutama dengan kondisi cuaca yang relatif panas selama musim kemarau 2026.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.

“Penanganan Karhutla di Pringsewu jangan sampai terjadi. Karena itu, kita perlu bekerja sama, bahu-membahu dan bergotong royong untuk menjaga agar Karhutla tidak terjadi,” ujar Tri Handoko.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan data satelit, wilayah Kabupaten Pringsewu sejauh ini tercatat memiliki dua titik hotspot.

Meski jumlah tersebut relatif sedikit, Tri meminta masyarakat tidak lengah. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat kondisi cuaca panas dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperluas sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.

“Caranya yaitu dengan tidak bosan-bosannya memberikan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat, baik di tempat pengajian ataupun melalui media sosial,” pesannya.

Warga Soroti Lambannya Mobil Damkar

Sesi sosialisasi kemudian berkembang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Narsiman yang mewakili BHP Pekon Gading Timur menyoroti lambannya respons petugas pemadam kebakaran (Damkar) ketika masyarakat membutuhkan penanganan darurat.

Selain persoalan waktu kedatangan, ia juga mempertanyakan kondisi peralatan pemadam yang dinilai belum memadai.

Menurutnya, kekuatan pendorong air pada kendaraan Damkar kurang maksimal sehingga semburan air tidak cukup kencang untuk menangani kebakaran secara cepat.

Keluhan serupa disampaikan Kepala Pekon Bulurejo Suherman dan Kepala Pekon Blitar Suprayitno. Keduanya mengungkapkan bahwa mobil Damkar terkadang membutuhkan waktu cukup lama untuk tiba ketika terjadi kebakaran.

Mereka mengusulkan agar kendaraan Damkar dapat disiapkan di setiap kecamatan. Usulan tersebut dinilai penting mengingat kawasan permukiman di Pringsewu semakin padat sehingga kebutuhan terhadap pelayanan pemadam kebakaran semakin tinggi.

DPRD Pringsewu Minta Anggaran Damkar Jadi Prioritas

Sementara itu, anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana pelayanan pemadam kebakaran.

Menurutnya, penguatan fasilitas Damkar perlu menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan anggaran daerah, terlebih musim kemarau 2026 diperkirakan dapat berlangsung hingga Desember.

Anton mengatakan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD murni 2027.

“Alam penyusunan anggaran baik APBD perubahan 2026 dan APBD murni tahun 2027 bisa dialokasikan anggarannya sehingga mampu menjawab persoalan di lapangan yaitu Karhutla,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan kendaraan dan peralatan Damkar bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari pemenuhan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.

Anton mengingatkan bahwa urusan pemadam kebakaran berkaitan erat dengan ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Karena itu, menurutnya, sarana dan prasarana Damkar harus memiliki kualifikasi yang baik agar mampu memberikan respons cepat ketika terjadi kebakaran.

“Jadi harus punya kualifikasi terbaik,” tegas Anton.

Sosialisasi Mabes TNI tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat Pringsewu untuk mencegah Karhutla sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran menghadapi musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius. Mabes TNI turun langsung ke Kabupaten Pringsewu, Lampung, untuk menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Selasa (1/9/2026). Sosialisasi digelar sebagai langkah antisipasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Tim penyuluh Karhutla dari Mabes TNI hadir dipimpin Kolonel CPM Tri Handoko selaku ketua tim. Ia didampingi Kolonel Ahadiat dan Letkol Laut (PM) Jusak Pardede.

Kegiatan itu turut dihadiri Plt. Kepala BPBD Pringsewu Arif Nugroho, anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar Anton Subagiyo SH, Forkopimcam Gadingrejo, seluruh kepala pekon, penyuluh pertanian serta tokoh masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Tri Handoko menekankan pentingnya langkah pencegahan Karhutla, terutama dengan kondisi cuaca yang relatif panas selama musim kemarau 2026.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.

“Penanganan Karhutla di Pringsewu jangan sampai terjadi. Karena itu, kita perlu bekerja sama, bahu-membahu dan bergotong royong untuk menjaga agar Karhutla tidak terjadi,” ujar Tri Handoko.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan data satelit, wilayah Kabupaten Pringsewu sejauh ini tercatat memiliki dua titik hotspot.

Meski jumlah tersebut relatif sedikit, Tri meminta masyarakat tidak lengah. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat kondisi cuaca panas dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperluas sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.

“Caranya yaitu dengan tidak bosan-bosannya memberikan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat, baik di tempat pengajian ataupun melalui media sosial,” pesannya.

Warga Soroti Lambannya Mobil Damkar

Sesi sosialisasi kemudian berkembang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Narsiman yang mewakili BHP Pekon Gading Timur menyoroti lambannya respons petugas pemadam kebakaran (Damkar) ketika masyarakat membutuhkan penanganan darurat.

Selain persoalan waktu kedatangan, ia juga mempertanyakan kondisi peralatan pemadam yang dinilai belum memadai.

Menurutnya, kekuatan pendorong air pada kendaraan Damkar kurang maksimal sehingga semburan air tidak cukup kencang untuk menangani kebakaran secara cepat.

Keluhan serupa disampaikan Kepala Pekon Bulurejo Suherman dan Kepala Pekon Blitar Suprayitno. Keduanya mengungkapkan bahwa mobil Damkar terkadang membutuhkan waktu cukup lama untuk tiba ketika terjadi kebakaran.

Mereka mengusulkan agar kendaraan Damkar dapat disiapkan di setiap kecamatan. Usulan tersebut dinilai penting mengingat kawasan permukiman di Pringsewu semakin padat sehingga kebutuhan terhadap pelayanan pemadam kebakaran semakin tinggi.

DPRD Pringsewu Minta Anggaran Damkar Jadi Prioritas

Sementara itu, anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana pelayanan pemadam kebakaran.

Menurutnya, penguatan fasilitas Damkar perlu menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan anggaran daerah, terlebih musim kemarau 2026 diperkirakan dapat berlangsung hingga Desember.

Anton mengatakan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD murni 2027.

“Alam penyusunan anggaran baik APBD perubahan 2026 dan APBD murni tahun 2027 bisa dialokasikan anggarannya sehingga mampu menjawab persoalan di lapangan yaitu Karhutla,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan kendaraan dan peralatan Damkar bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari pemenuhan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.

Anton mengingatkan bahwa urusan pemadam kebakaran berkaitan erat dengan ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Karena itu, menurutnya, sarana dan prasarana Damkar harus memiliki kualifikasi yang baik agar mampu memberikan respons cepat ketika terjadi kebakaran.

“Jadi harus punya kualifikasi terbaik,” tegas Anton.

Sosialisasi Mabes TNI tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat Pringsewu untuk mencegah Karhutla sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran menghadapi musim kemarau.

Source: WAHYU WIDODO
Tags: Berita Lampungberita pringsewuBPBD PringsewuDamkar PringsewuGadingrejohotspot PringsewuKabupaten PringsewuKarhutlakebakaran hutan dan lahanLampungMabes TNImusim kemarauPemadam kebakaranpencegahan KarhutlaPRINGSEWU
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik

Next Post

Warga Rajabasa Diminta Waspada, 55 Kasus Kebakaran Lahan Ternyata Dipicu Manusia

Related Posts

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter
Berita

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter

27/10/2026
59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif
Berita

59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif

27/10/2026
Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi
Berita

Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi

27/10/2026
Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas
Berita

Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas

27/10/2026
Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera
Berita

Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera

27/10/2026
Panji Padang Ratu Dukung Saburai Budaya Nusantara, Riset dan Pelestarian Sejarah Jadi Sorotan
Berita

Panji Padang Ratu Dukung Saburai Budaya Nusantara, Riset dan Pelestarian Sejarah Jadi Sorotan

27/10/2026
Next Post
Warga Rajabasa Diminta Waspada, 55 Kasus Kebakaran Lahan Ternyata Dipicu Manusia

Warga Rajabasa Diminta Waspada, 55 Kasus Kebakaran Lahan Ternyata Dipicu Manusia

Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Beras, Puluhan Ribu Warga Jadi Penerima

Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Beras, Puluhan Ribu Warga Jadi Penerima

Buku Rp70 Ribu di SMPN 2 Kalianda Bikin Heboh, Isi Chat Wali Murid Jadi Sorotan

Redam Konflik Manusia-Gajah, Way Kambas Andalkan Lebah, Serai hingga Pelatihan Mahot

Redam Konflik Manusia-Gajah, Way Kambas Andalkan Lebah, Serai hingga Pelatihan Mahot

Exploring Cross-Platform Play for Wiz Slots: A Comprehensive Review

Berita Terkini

  • Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter
  • 59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif
  • Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi
  • Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas
  • Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In