SAMUDERA NEWS– Sejumlah perwakilan dari Orang Asli Papua (OAP) menggelar aksi protes terhadap hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024. Mereka mendatangi Kantor Sekretariat Provinsi Papua Barat Daya untuk menuntut transparansi dalam seleksi CPNS, khususnya mengenai kuota formasi untuk OAP.
Massa yang berasal dari Forum Pencari Kerja Orang Asli Papua ini mengkritik pelaksanaan seleksi yang mereka anggap tidak transparan, baik dalam seleksi kompetensi dasar maupun seleksi kompetensi bidang. Mereka berpendapat bahwa proses tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terutama yang menyangkut formasi khusus untuk OAP.
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menegaskan bahwa seleksi CPNS 2024 di Papua Barat Daya memiliki cacat hukum. Mereka juga menuntut agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai mekanisme penerimaan formasi khusus OAP yang seharusnya mencapai 80 persen sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).
“Harus ada keterbukaan terkait mekanisme seleksi, terutama terkait formasi OAP yang harusnya 80 persen,” tegas Ketua Forum Pencaker OAP Provinsi Papua Barat Daya, Jolfin Kareth.
Protes ini mencerminkan kekecewaan masyarakat Papua atas ketidakpastian yang mereka rasakan selama proses seleksi CPNS 2024, serta dorongan untuk memastikan bahwa kuota khusus untuk OAP dipenuhi sesuai dengan peraturan yang ada.***











