SAMUDERA NEWS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda resmi berganti. Dalam serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Aula Lapas pada Sabtu (1/2/2025), Beni Nurrohman ditunjuk sebagai Kalapas baru menggantikan Chandran Lestyono, yang kini bertugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi.
Acara sertijab ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Jalu Yuswa Panjang. Selain pergantian Kalapas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Kalianda.
Dalam sambutannya, Chandran Lestyono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Lapas Kalianda atas dukungan dan kerja sama selama masa tugasnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan-rekan di Lapas Kalianda yang telah bekerja sama selama ini. Semoga Lapas ini terus berkembang dan semakin baik di bawah kepemimpinan yang baru,” ujar Chandran.
Beni Nurrohman: “Satu Kata, Satu Komitmen”
Sebagai Kalapas yang baru, Beni Nurrohman menegaskan komitmennya untuk menjaga Lapas Kalianda tetap bersih dan bebas dari praktik ilegal. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik.
“Kita harus satu kata, satu komitmen. Tidak ada narkoba, tidak ada pungli, dan tidak ada alat komunikasi ilegal di Lapas Kalianda. Prinsip ini akan terus saya tegakkan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan berintegritas,” tegasnya.
Apresiasi Kakanwil Ditjenpas Lampung untuk Kepemimpinan Baru
Kakanwil Ditjenpas Lampung, Jalu Yuswa Panjang, memberikan apresiasi atas kinerja Chandran Lestyono selama menjabat di Lapas Kalianda. Ia juga menaruh harapan besar kepada Beni Nurrohman untuk meneruskan program reformasi pemasyarakatan.
“Terima kasih kepada Pak Chandran atas dedikasi dan kontribusinya. Untuk Kalapas yang baru, teruskan semangat perubahan dan pastikan Lapas Kalianda semakin baik dalam pelayanan dan pengelolaan pemasyarakatan,” kata Jalu.
Ia juga menekankan pentingnya menjalankan kebijakan Astacita Presiden dan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Fokus utama kita tetap pada pencegahan narkoba melalui kerja sama erat dengan kepolisian dan BNN. Lapas harus bersih dari peredaran narkotika demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif,” tambahnya.
Dengan kepemimpinan baru, diharapkan Lapas Kalianda semakin profesional, transparan, dan berintegritas dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.***












