SAMUDERA NEWS– Semangat persaudaraan dan sinergi antara kekuatan sipil dan militer terlihat jelas saat jajaran pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lampung Barat (NIC. 068) bersilaturahmi ke Markas Kodim 0422/LB, Rabu siang.
Rombongan PSHT yang dipimpin langsung oleh Ketua Cabang, Kangmas Mayor Inf Suroto, disambut hangat oleh Dandim 0422/LB, Letkol Inf Rizky Kurniawan, di ruang kerjanya.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen sesama warga PSHT, namun juga sebagai bentuk penguatan komunikasi dan legalitas organisasi. Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus memperkenalkan struktur kepengurusan resmi PSHT Cabang Lampung Barat, yang berada di bawah naungan pusat PSHT Pusat Madiun.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PSHT hadir sebagai organisasi resmi yang aktif membina karakter dan moral generasi muda lewat seni bela diri pencak silat,” ujar Mayor Suroto.
Turut hadir dalam rombongan:
- Kangmas Sugiono Adi Pranoto, S.Pd (Ketua Dewan Cabang),
- Bambang Duwi Saputra (Wakil Ketua Bidang Organisasi, Anggota DPRD sekaligus Ketua IPSI Lambar),
- Arifal Sahda (Bendahara),
- Peltu Asmawi (Bidang Pembinaan Organisasi), serta beberapa pengurus lainnya.
Dalam kunjungan ini, PSHT juga menyampaikan undangan resmi kepada Dandim untuk hadir dalam acara wisuda calon warga tingkat 1 yang akan digelar Kamis malam, 3 Juli 2025, di Padepokan PSHT Cabang Lampung Barat, Kelurahan Way Mengaku. Acara tersebut akan mengesahkan sekitar 350 calon warga baru dari 15 kecamatan di wilayah Lampung Barat.
“Sejak berdiri tahun 1986, kami sudah mengesahkan 9.685 warga PSHT dari beragam latar belakang. PSHT bukan hanya perguruan, tapi ruang pembentukan karakter lewat nilai persaudaraan, olahraga, dan spiritualitas,” tambah Mayor Suroto.
Letkol Inf Rizky Kurniawan, yang sudah mengenal PSHT sejak penugasan di Madiun, mengapresiasi perkembangan luar biasa PSHT di Lampung Barat.
“Jujur, saya kaget dan bangga. Di daerah seperti ini, PSHT berkembang sangat masif. Ini bukti bahwa semangat bela negara juga tumbuh di akar rumput,” ungkapnya.
Dandim menegaskan pentingnya sinergi antara PSHT dan TNI, terutama dalam pengembangan Pencak Silat Militer. Menurutnya, bela diri tradisional bisa menjadi salah satu instrumen pembinaan fisik, mental, dan budaya bagi para prajurit.
“Kita punya misi yang sama: melestarikan budaya, memperkuat karakter, dan menjaga identitas bangsa. Saya akan hadir dalam wisuda calon warga dan mendukung penuh kegiatan positif ini,” tutup Dandim.***












