SAMUDERA NEWS– Upaya meningkatkan sektor peternakan kambing dan domba di Kabupaten Pringsewu terus mendapat perhatian serius. Kamis, 4 Desember 2025, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang difokuskan pada pengembangan budidaya ternak kambing dan domba. Kegiatan yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu ini disambut langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto menekankan pentingnya sektor peternakan sebagai kontributor utama perekonomian daerah dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. “Populasi kambing perah di Pringsewu mencapai 226 ekor, sedangkan kambing pedaging lebih dari 64 ribu ekor. Selain itu, Pringsewu memiliki pasar perdagangan kambing dan domba terbesar di Lampung, didukung oleh koperasi dan himpunan peternak yang sudah terbentuk,” ujarnya.
Kabupaten Pringsewu juga telah ditetapkan sebagai Lokasi Kawasan Pengembangan Komoditas Kambing Domba melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No.02/Kpts/RC.040/M/01/2025, menjadikannya prioritas nasional untuk pengembangan ternak sapi potong, kambing, kerbau, dan ayam buras. Bupati menekankan, penetapan ini menjadi tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk membina dan mendukung peternak agar produksi ternak meningkat dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Bupati Riyanto menyebutkan bahwa susu kambing ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan daerah berdasarkan SK Bupati No.100.3.3.2-536 Tahun 2025. Ia berharap pendampingan dan ilmu yang diberikan UNAIR dapat memperkuat sektor peternakan, baik untuk kambing perah maupun pedaging, sekaligus memberi manfaat langsung bagi peternak, koperasi, dan masyarakat luas.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Prof. Dr. drh. Suwarno, M.Si., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas ternak, tetapi juga membuka peluang pengembangan edu wisata berbasis peternakan kambing dan domba. “Kami berharap Pringsewu dapat menjadi pusat produksi bibit unggul kambing dan domba, yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tapi juga bisa dijadikan tujuan edukasi bagi masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Seorang peternak lokal, Suyadi, menyatakan antusiasme tinggi terhadap program ini. Ia mengaku kegiatan UNAIR sangat membantu para peternak untuk mengembangkan usaha mereka. “Dengan ilmu dan teknologi yang diberikan, kami optimis dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Tim UNAIR yang hadir terdiri dari Prof. Dr. drh. M. Anam Al-Arif, M.P., Prof. Dr. drh. Jola Rahmahani, M.Kes., Dr. drh. Trilas Sardjito, M.Si., Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si., dan drh. Rury Mega Wahyuni, M.Si. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan peternak kambing dan domba.
Kegiatan pengabdian masyarakat UNAIR ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan teknis budidaya kambing dan domba, manajemen pakan dan kesehatan ternak, pengelolaan perkandangan modern, hingga strategi pemasaran dan pengembangan koperasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peternak lokal, mendorong produksi ternak yang berkualitas, serta menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu.
Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan peternak lokal, Pringsewu berpotensi menjadi lumbung kambing dan domba unggulan di Lampung. Program ini juga membuka peluang bagi pengembangan wisata edukasi, yang dapat menambah nilai ekonomi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan peternakan modern. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan peternakan serupa di wilayah lain, menggabungkan pendekatan ilmiah, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.***












