SAMUDERA NEWS – Komunitas Berkat Yakin (KOBER) Lampung menghadirkan gebrakan kreatif dengan menggelar Workshop Penerjemahan dan Adaptasi Teks Puisi bertajuk “Menatap Tubuh Bahasa” di Taman Budaya Lampung, pada tanggal 23-24 Maret 2024.
Acara yang dipimpin oleh ketua pelaksana Alexander Gebe ini menarik partisipasi 25 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa. Dengan kehadiran empat sastrawan terkemuka dari Lampung, yakni Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Stiawan ZS, Iswadi Pratama, dan Iwan Nurdaya-Djafar, workshop ini menjadi sumber inspirasi yang tak ternilai bagi para peserta.
Dalam sambutannya, Alexander Gebe, akrab disapa Gebe, berharap bahwa program “Menatap Tubuh Bahasa” ini akan memunculkan gelombang baru penutur bahasa Lampung. “Diharapkan melalui berbagai kegiatan budaya dan linguistik, kita dapat memperkaya dan memperbaiki pemahaman serta penggunaan bahasa,” ujarnya.
Moderator acara, Hislat Habib, memandu peserta melalui serangkaian sesi yang dipimpin oleh para ahli. Mulai dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, Isbedy Stiawan ZS membahas tentang teknik menemukan ide dan mengolahnya menjadi karya puisi yang memikat. Iwan Nurdaya-Djafar kemudian mengambil alih pada sesi berikutnya, dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus pada teknik penerjemahan teks.
Sastrawan terkenal asal Lampung, Isbedy Stiawan ZS, memberikan wawasan tentang proses kreatif dalam menulis puisi. Ia bahkan memberikan contoh nyata melalui penciptaan puisi “Nuwo Badik” yang terinspirasi dari pengalaman menyaksikan pembuatan badik di Uluan Nughik Tulang Bawang Barat. “Puisi ini lahir dari sebuah momen yang membangkitkan sensasi puisi, dan melalui proses pengolahan yang cermat, setiap kata menjadi benang dalam kain puisi yang indah,” paparnya dengan antusias.
Selain itu, Isbedy juga berbagi strategi untuk mengatasi kebuntuan kreatif saat menulis. “Saat kita merasa terjebak dalam menulis, penting untuk mengumpulkan kata-kata dan membiarkannya mengalir. Dari sana, ide-ide baru akan bermunculan,” tandasnya.
Para peserta kemudian diajak untuk berkreasi dengan mengumpulkan kata-kata dasar, yang kemudian diolah menjadi puisi dengan tema tentang kepergian atau kepulangan. Metode ini ternyata berhasil menghasilkan 14 puisi yang memikat dari 25 peserta, membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, setiap orang bisa menjadi penulis yang produktif.
Workshop yang dipenuhi semangat kolaborasi dan eksplorasi ini juga dihadiri oleh para seniman ternama dari KOBER, antara lain Direktur Artistik Ari Pahala Hutabarat, serta beberapa cerpenis dan penyair terkemuka.
Besok, acara akan semakin meriah dengan kehadiran tokoh teater dan sastra Lampung, Ari Pahala Hutabarat dan Iswadi Pratama, sebagai narasumber. Diharapkan, workshop ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat dan memperkaya ekosistem sastra dan budaya di Lampung.***









