SAMUDERA NEWS– Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Kabupaten Lampung Selatan digelar dengan meriah pada Rabu, 31 Juli 2024, di Aula Rimau, Kantor Bappeda Lampung Selatan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, dan Bunda Forum Anak Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto.
Acara Puncak Peringatan HAN
Peringatan HAN ke-40 dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Selatan, Yani Thamrin, serta sejumlah pejabat utama dan kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Lampung Selatan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Selatan, Hari Surya Wijaya, memimpin acara tersebut.
Tema dan Tujuan Peringatan
Hari Surya Wijaya menyampaikan bahwa tema tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.” Tema ini menggarisbawahi pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Tujuan dari peringatan tahun ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan dan memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak,” jelas Hari. Ia juga menambahkan bahwa acara ini bertujuan menurunkan kekerasan terhadap anak dan mencegah perkawinan anak.
Harapan Bupati H. Nanang Ermanto
Dalam sambutannya, Bupati H. Nanang Ermanto menekankan pentingnya memaknai peringatan HAN sebagai momen introspeksi. “Kegiatan ini jangan sekadar seremoni. Kita harus refleksikan apa yang telah kita lakukan untuk mencetak generasi emas di masa depan,” ujarnya.
Nanang juga menegaskan komitmennya untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Lampung Selatan. Ia berharap untuk membangun fondasi yang kuat bagi anak-anak dalam menyongsong Generasi Emas Tahun 2045. “Tantangan kita adalah membangun pondasi yang kokoh untuk generasi mendatang,” kata Nanang.
Penutup
Peringatan HAN ke-40 ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak di Kabupaten Lampung Selatan. Dengan komitmen dari pimpinan daerah dan berbagai pihak, diharapkan hak-hak anak dapat terpenuhi secara optimal, dan generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.***












