SAMUDERA NEWS — Pj. Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Drs. Kusma Riyadi, mewakili Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, menyambut Tim Penilai Lomba Kampung Tingkat Provinsi Lampung di Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Bangun Rejo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Mardiana Musa Ahmad, Ketua DWP Persatuan Armalia Kusuma Riyadi, para OPD, Camat Bangunrejo, Ketua TP PKK Bangun Rejo, Uspika Kecamatan Bangun Rejo, serta Kepala Kampung Bangun Rejo dan Ketua TP PKK Kecamatan Bangun Rejo.
Dalam sambutannya, yang disampaikan oleh Drs. Kusma Riyadi, Bupati Lampung Tengah mengucapkan selamat datang kepada ketua tim penilai dan rombongan. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 301 kampung dengan klasifikasi 30 kampung mandiri, 169 kampung maju, dan 102 kampung berkembang. “Saat ini, Lampung Tengah sudah tidak memiliki kampung dengan klasifikasi tertinggal,” ujar Kusma Riyadi.
Kampung Bangun Rejo, yang berklasifikasi mandiri, mewakili Lampung Tengah dalam lomba kampung tingkat provinsi tahun ini. Bupati juga menegaskan visi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat kampung melalui program “Bunga Kampung,” di mana bupati berkantor di kampung. Program ini telah dilakukan di 28 kecamatan dan mencatatkan rekor MURI sebagai program layanan jemput bola dengan pelayanan terbanyak di Indonesia, yang kini berkembang menjadi “Bunga Kampung Mekar di Dusun.”
Selain itu, Bupati Musa Ahmad mendukung digitalisasi pelayanan melalui program “Smart Village,” yang telah diimplementasikan di 278 kampung. Sebanyak 31 kampung merupakan lokus program Smart Village provinsi, sedangkan 247 kampung lainnya melaksanakan program ini secara mandiri dengan pendampingan dari tim provinsi dan kabupaten. “Saat ini, 92,35% kampung di Lampung Tengah telah mengimplementasikan Smart Village,” tambah Kusma Riyadi.
Tema lomba desa dan kelurahan tahun 2024, “Wujudkan Masyarakat Sejahtera Melalui Belanja Kelurahan dan Desa yang Berkualitas,” juga menjadi perhatian Kabupaten Lampung Tengah. Pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Bangun Rejo melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) menjadi fokus utama. BUMK Kampung Bangun Rejo memiliki berbagai unit usaha seperti pasar kampung, PPOB, warung sehat bekerja sama dengan Kimia Farma, layanan haji dan umroh, serta pelayanan pembayaran pajak kendaraan e-Samdes. “Kami berharap unit usaha ini dapat meningkatkan pendapatan asli kampung dan perekonomian masyarakat,” jelas Kusma Riyadi.
Kampung Bangun Rejo juga dikenal sebagai kampung inovasi, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik menjadi biodiesel yang digunakan oleh masyarakat sekitar dalam sektor pertanian. Pemberdayaan perempuan melalui kelompok wanita tani untuk pemanfaatan pekarangan dan lahan sebagai upaya mempertahankan ekonomi keluarga juga menjadi bagian dari program Gema Toga Berjaya (Gerakan Menanam Tanaman Obat Keluarga).
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Drs. Intizam, MM, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, menyampaikan bahwa evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa dilakukan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 81 tahun 2015. Evaluasi ini meliputi tiga bidang penilaian, yaitu pemerintahan desa, kewilayahan desa, dan kemasyarakatan desa dengan 19 aspek dan 490 indikator penilaian.
Intizam menambahkan, untuk menciptakan desa dan kelurahan yang berdaya saing nasional dan internasional, diperlukan dukungan terintegrasi dari pemerintah pusat, daerah, dan desa. “Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa telah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD),” katanya. Tema Lomba Desa dan Kelurahan Tahun 2024 adalah “Wujudkan Masyarakat Sejahtera Melalui Belanja Desa dan Kelurahan yang Berkualitas.”
Dengan adanya program-program ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah dapat meningkat melalui inovasi dan kreativitas pemerintah desa.***












