SAMUDERA NEWS – Proses naturalisasi Maarten Paes, kiper FC Dallas yang menjadi calon pemain Timnas Indonesia, sedang berjalan dengan berbagai hambatan yang muncul sepanjang jalan. Salah satunya adalah aturan FIFA yang mengharuskan pemain yang ingin berganti tim nasional atau Federasi memiliki usia di bawah 21 tahun saat terakhir kali membela negara asalnya.
Sayangnya, Maarten Paes, yang pernah membela Timnas Belanda U-23 pada usia 22 tahun, menjadi terkendala dalam proses perpindahan statusnya. Meskipun begitu, PSSI berupaya keras untuk menyelesaikan proses naturalisasi Paes, termasuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Meski belum secara resmi bergabung dengan Timnas Indonesia, Maarten Paes menunjukkan keseriusannya dengan belajar Bahasa Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram @maartenpaes, terlihat Paes tengah menggunakan aplikasi penerjemahan untuk mempelajari percakapan berbahasa Indonesia.
Sebelum menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Paes telah menunjukkan kemampuannya sebagai kiper utama FC Dallas, dengan mencatatkan prestasi yang mengesankan di lapangan. Sejak awal 2024, ia telah menetap di Indonesia dan bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Proses naturalisasi Maarten Paes tidak berjalan mulus, tetapi keseriusannya dalam belajar Bahasa Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Dengan harapan yang tinggi dari penggemar sepak bola Indonesia, semua mata tertuju pada proses naturalisasi yang sedang berlangsung, dengan Maarten Paes sebagai salah satu potensi tambahan yang menarik bagi Timnas Indonesia.***









