• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, September 1, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Sempat Dikhawatirkan Terdampak Karhutla, Begini Kondisi Gajah di Way Kambas

MeldabyMelda
01/09/2026
in Berita
Sempat Dikhawatirkan Terdampak Karhutla, Begini Kondisi Gajah di Way Kambas
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS — Kekhawatiran soal kondisi gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhirnya terjawab.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi turun langsung mengecek kondisi kawasan TNWK di Kabupaten Lampung Timur, Senin (31/8/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan satwa, terutama gajah Sumatra, tetap dalam kondisi aman setelah kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

BeritaLainnya

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik

Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan

Rombongan Forkopimda Provinsi Lampung tersebut juga melibatkan Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Sriyanto yang juga Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas, Bupati Lampung Timur, serta Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas.

Gajah Dipastikan Aman dan Sehat

Setelah melihat langsung kondisi kawasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kabar yang cukup melegakan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, gajah-gajah yang berada di kawasan konservasi TNWK tidak terdampak langsung oleh karhutla.

“Tadi kita cek keadaan gajah-gajah, karena banyak sekali isu beredar termakan oleh kebakaran. Ternyata kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, aman, senang, tenang ya. Gajah-gajahnya justru makin subur ya,” ujar Mirzani.

Kondisi tersebut menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai dampak kebakaran terhadap satwa yang menjadi ikon TNWK tersebut.

Meski kondisi gajah aman, pemerintah dan aparat tetap tidak mau lengah. Pemantauan titik api terus dilakukan melalui posko gabungan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

“Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Bahwa OMC kita juga sudah, kemudian melakukan sosialisasi dan memonitoring,” kata Mirzani.

Titik Api Dipantau Pakai Drone Thermal

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga memastikan penanganan karhutla terus dilakukan secara maksimal.

Menurutnya, titik api terakhir berhasil ditangani melalui koordinasi pemadaman dari darat dan udara.

“Jadi kita melihat bahwa gajah-gajah ini hari ini yang ada di Taman Nasional Way Kambas ini tidak terdampak oleh karena kebakaran hutan. Jadi aman,” tegas Kristomei.

Menariknya, proses pemantauan tidak hanya mengandalkan pengecekan secara manual.

Aparat menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran.

“Kemarin dua hari lalu masih ada titik api, tapi hanya dua titik api, langsung kita water bombing. Dan kemarin kita melakukan pemantauan menggunakan drone thermal, sehingga langsung setelah drone thermal tahu titik apinya, kita kirim drone penyemprot. Jadi langsung biru dia, langsung dingin,” jelasnya.

Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat proses pencarian titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas secara langsung.

Pangdam Ingatkan Jangan Ada Lagi Pembakaran

Meski kondisi gajah dinyatakan aman, pekerjaan menjaga TNWK belum selesai.

Kristomei mengajak masyarakat dan seluruh pihak ikut menjaga kawasan konservasi tersebut. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi aktivitas yang dapat merusak kawasan, mulai dari perburuan liar, perambahan hingga pembakaran lahan.

“Sama-sama menjaga Taman Nasional ini. Kita pelihara, tidak ada lagi yang melakukan perburuan liar, tidak ada lagi perambahan, tidak ada lagi yang membakar lahan, sehingga lahan ini bisa sama-sama kita jaga, tidak ada lagi kebakaran,” pungkasnya.

Menurutnya, menjaga TNWK bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan juga memiliki peran penting dalam memastikan kawasan konservasi tetap aman.

TNI-Polri Masih Siagakan Personel

Sementara itu, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail mengatakan TNI dan Polri masih mengerahkan personel untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Lampung Timur.

Personel tersebut tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

“Untuk sosialisasi dengan masyarakat kita dari TNI, dari Polairud dan Baharkam sampai dengan hari ini masih menyiapkan dengan personel kurang lebih satu pleton di wilayah Lampung Timur untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Fadly.

Penanganan karhutla juga didukung berbagai peralatan, termasuk water bombing dan perangkat pendeteksi titik panas.

“Kita dibantu dengan alat yang kemarin dari water bombing dan dari BNPB, alat-alat kebakaran rumah, ada drone yang ada thermal yang dapat memantau titik-titik api masih ada di dalam gambut tersebut,” tambahnya.

Dengan kondisi gajah yang dipastikan sehat dan aman, fokus pemerintah kini adalah memastikan kawasan TNWK benar-benar bebas dari ancaman kebakaran.

Pengawasan, pemadaman, hingga penggunaan teknologi pendeteksi titik panas terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali mengancam salah satu kawasan konservasi penting di Lampung tersebut.

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: BNPBDrone Thermalgajah Sumatragajah Way Kambaskarhutla Lampungkebakaran hutan Lampungkonservasi gajahKonservasi LampungKristomei SianturiLAMPUNG TIMURPangdam XXI/Radin IntenPOLDA LAMPUNGRahmat Mirzani DjausalTaman Nasional way kambasTNWKWater BombingWay Kambas
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Penahanan dalam Perkara Pidana: Syarat, Batas Waktu, dan Hak Tersangka

Next Post

Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan

Related Posts

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik
Berita

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik

01/09/2026
Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan
Berita

Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan

01/09/2026
Penahanan dalam Perkara Pidana: Syarat, Batas Waktu, dan Hak Tersangka
Berita

Penahanan dalam Perkara Pidana: Syarat, Batas Waktu, dan Hak Tersangka

01/09/2026
Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman
Berita

Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman

01/09/2026
Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan
Berita

Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan

31/08/2026
Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan
Berita

Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan

31/08/2026
Next Post
Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan

Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik

Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik

Berita Terkini

  • Dari Bengkel ke Dunia Kerja, SMK Taruna Bumi Metro Tempah Siswa dengan 70 Persen Praktik
  • Reses Ketua DPRD Pringsewu Dibanjiri Keluhan, Warga Minta Jalan 16 Km Dibangun hingga BPJS Diaktifkan
  • Sempat Dikhawatirkan Terdampak Karhutla, Begini Kondisi Gajah di Way Kambas
  • Penahanan dalam Perkara Pidana: Syarat, Batas Waktu, dan Hak Tersangka
  • Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In