SAMUDERA NEWS – Operasi Keselamatan Krakatau 2024 yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung menghasilkan pemusnahan ratusan knalpot brong. Aksi ini dilakukan sebagai upaya penegakan hukum terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Pemusnahan massal tersebut berlangsung di halaman Mapolresta Bandar Lampung pada Rabu, 20 Maret 2024.
Sasaran utama Operasi Keselamatan Krakatau 2024 adalah pengendara motor yang melanggar aturan keselamatan seperti tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan menggunakan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi resmi.
Kabag Ops Polresta Bandar Lampung, Kompol David Sianipar, didampingi oleh Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Ikhwan Syukri, menjelaskan bahwa selama Operasi Keselamatan Krakatau 2024, terdapat 2.622 pelanggaran yang tercatat melalui kamera ETLE.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.117 surat konfirmasi telah terkirim dan 351 surat telah terkonfirmasi, ungkapnya.
Selain itu, sebanyak 67 sepeda motor dan 4 mobil juga dikenakan tindakan manual oleh petugas. Lebih dari itu, sebanyak 225 tabung knalpot brong atau tidak standar berhasil disita oleh petugas selama operasi berlangsung.
Menurut David, mayoritas pelanggaran yang terekam oleh ETLE adalah terkait dengan ketidakpatuhan pengendara terhadap aturan menggunakan helm, sabuk pengaman, dan pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas.
Iya, ada 5 titik lokasi ETLE, di antaranya di Jalan H. Agus Salim, Jalan Kimaja, Jalan Pattimura, Jalan RA. Kartini, dan Jalan ZA Pagar Alam. Jumlah pelanggaran terbanyak terjadi di Jalan Agus Salim, jelasnya.
David menambahkan bahwa para pelanggar rata-rata dikenai Pasal 288, Pasal 280, Pasal 285, dan Pasal 291 serta Pasal 307 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Meski Operasi Keselamatan Krakatau telah berakhir, David mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas guna menjaga keselamatan bersama.
Marilah kita menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita ciptakan suasana kota Bandar Lampung yang aman, nyaman, dan tertib, tambahnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada orang tua agar dapat mengawasi anak-anak mereka untuk mencegah terlibat dalam aktivitas balap liar.
Kita harus mencegah agar anak-anak kita tidak menjadi korban atau pelaku tindak kejahatan maupun pelanggaran lainnya, tegasnya.***










