SAMUDERA NEWS— Setelah sempat terhenti akibat pendangkalan alur pelabuhan, layanan penyeberangan Bengkulu–Enggano kini kembali beroperasi. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengaktifkan kembali KMP Pulo Tello, menandai komitmen kuat ASDP dalam menjamin konektivitas antarwilayah, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selama hampir tiga pekan, KMP Pulo Tello tak bisa berlayar akibat tertutupnya jalur pelabuhan oleh endapan pasir. Namun, berkat koordinasi lintas sektor dan dukungan teknis dari berbagai pihak, uji coba operasional sukses dilakukan pada Senin (14/4/2025) pukul 06.00 WIB. Uji coba ini turut melibatkan dua tugboat milik PT Pelindo Bengkulu, serta koordinasi dengan Basarnas, Lanal Bengkulu, KSOP, Kapal Nelayan, dan Polair Polda.
“Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi sebagai penghubung kehidupan masyarakat di wilayah terpencil. KMP Pulo Tello adalah simbol upaya kami menjawab tantangan dan terus bergerak demi Indonesia yang terhubung,” ujar Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP.
Penyeberangan menuju Enggano kembali aktif pada Selasa (16/4) pukul 21.30 WIB, membawa sekitar 260 penumpang dengan estimasi pelayaran 12 hingga 14 jam. Proses pemuatan dilakukan secara terorganisir dari dermaga ke kapal yang berada di luar alur utama.
Sebagai BUMN transportasi penyeberangan nasional, ASDP terus memainkan peran strategis dalam membuka akses wilayah 3T dan memastikan distribusi logistik serta mobilitas warga tetap berjalan.
Langkah ini bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat rantai konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan membangun kehidupan yang lebih baik di wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi.***












