SAMUDERA NEWS— DPRD Kabupaten Lampung Selatan resmi mengesahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD setempat. Pengesahan ini menjadi tonggak penting dalam perencanaan pembangunan lima tahun ke depan yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusivitas, dan daya saing daerah.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), dalam sambutannya menyampaikan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan strategis dalam menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
“RPJMD ini adalah roadmap kita untuk menghadapi realitas global, dari urbanisasi, ketimpangan wilayah, hingga krisis iklim. Lampung Selatan harus tangguh, terhubung, dan adaptif,” tegas Bupati Egi.
72 Program Prioritas dan Semangat Kolaborasi
RPJMD ini memuat 7 misi utama (Pitu Vista) yang dijabarkan ke dalam 72 program prioritas dan 89 program pendukung. Fokus pembangunan diarahkan pada:
- Penguatan konektivitas dan infrastruktur wilayah,
- Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan,
- Pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian modern, serta
- Transformasi digital dan birokrasi agile berbasis pendekatan manajemen modern PDCA (Plan–Do–Check–Act).
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Spirit ‘Lampung Selatan Maju, Bismillah BISA’ harus jadi gerakan kolaboratif, bukan sekadar slogan,” ujar Bupati Egi, disambut antusias oleh anggota dewan dan tamu undangan.
Komitmen Eksekutif dan Legislatif untuk Rakyat
Seluruh 8 fraksi DPRD yang hadir dalam paripurna menyatakan dukungannya terhadap dokumen RPJMD, sambil mengingatkan pentingnya akuntabilitas, efisiensi, dan keberpihakan pada masyarakat kecil dalam implementasi program pembangunan.
Rapat paripurna ini tidak hanya menjadi formalitas pengesahan perencanaan daerah, tetapi juga simbol kuat kesepakatan politik dan moral antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan masa depan Lampung Selatan yang lebih baik.
“Insyaallah, pembangunan akan menyentuh seluruh penjuru: dari desa hingga kota, dari pesisir hingga perbukitan,” tutup Bupati Egi.***












