SAMUDERA NEWS- Amora, siswa kelas 6 dari salah satu SD Islam Terpadu di Bandar Lampung, sukses mencuri perhatian ratusan penonton Teater Tertutup Taman Budaya Lampung dengan penampilan eksentrik ala Anggun C Sasmi Klasik. Penampilan ini berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2025, dalam rangkaian Lampung Got Talent dan Lampung Student Olympic 2025.
Amora: Bintang Muda yang Memukau
Amora bukan nama asing di dunia prestasi anak-anak. Sebelumnya, ia berhasil menempati posisi kedua dalam Lampung Student Olympic tahun 2025, kompetisi bergengsi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung sejak 8 Januari di UPTD Taman Budaya.
Saat naik panggung, Amora menunjukkan energi dan penguasaan panggung yang luar biasa. Semua penonton bersorak kagum ketika ia menutup penampilan dengan kombinasi vokal kuat dan gerakan panggung yang mantap. Penampilannya dianggap mampu menyatukan gaya klasik Anggun dengan sentuhan modern anak-anak, membuat seluruh teater larut dalam kagum.
Rahasia Konsistensi dan Energi di Atas Panggung
Amora mengaku energi dan kemampuan vokalnya telah diasah sejak kelas 3 SD. Meski begitu, ia tetap menjaga konsistensi nada dan ekspresi saat tampil di atas panggung. Saat ditanya siapa yang melatihnya, ia memberikan jawaban yang memicu gelak tawa penonton.
“Emmm ada deh, rahasia,” jawab Amora dengan senyum tipis, yang langsung membuat suasana teater lebih hangat. Jawaban sederhana ini justru menegaskan karakter polos dan percaya diri seorang anak yang mulai menemukan identitas panggungnya sendiri.
Selain itu, Amora juga menekankan pentingnya latihan rutin dan fokus mental sebelum tampil. Menurut guru pendampingnya, latihan vokal, kontrol napas, dan ekspresi panggung dilakukan hampir setiap hari selama beberapa bulan terakhir. “Amora memiliki disiplin tinggi, meski usianya masih belia. Ia selalu serius berlatih dan selalu ingin tampil maksimal,” ujar guru pendamping, yang identitasnya dirahasiakan demi kenyamanan murid.
Dampak Penampilan Bagi Penonton dan Sekolah
Penampilan Amora bukan hanya memukau secara individual, tetapi juga memberikan inspirasi bagi siswa lain. Banyak penonton muda yang meniru gerakan dan gaya vokal Amora setelah pertunjukan, menandakan pengaruh positifnya terhadap motivasi dan minat seni di kalangan anak-anak.
Kepala sekolah tempat Amora belajar pun memberi apresiasi tinggi. “Kami bangga memiliki siswa yang mampu menunjukkan prestasi seni di level provinsi sekaligus menginspirasi teman-temannya. Ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan seni bisa berjalan beriringan,” kata kepala sekolah.***












