SAMUDERA NEWS– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Provinsi Lampung, Zulfahmi Hasan Azhari, menekankan pentingnya keberadaan organisasi sosial yang aktif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Pernyataan ini disampaikannya dalam sambutan pada acara deklarasi Pos Bantuan Hukum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54, yang digelar dengan suasana penuh semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong di Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/10/2025).
Dalam sambutannya, Zulfahmi Hasan memberikan apresiasi atas lahirnya Sahabat Marinda 54 sebagai wadah perjuangan sosial yang berkomitmen membantu masyarakat melalui kegiatan advokasi hukum, sosial, serta pendampingan berbagai masalah yang dihadapi warga. Ia menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini tidak sekadar simbolis, tetapi harus dirasakan secara nyata manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kaum marhaen yang selama ini membutuhkan perhatian dan pendampingan.
“Dengan deklarasinya Posbankum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54, kita berharap gerakan ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi terus melangkah maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jangan pernah alergi untuk duduk bersama rakyat, karena dari sanalah semangat perjuangan marhaenisme tumbuh dan berkembang,” tegas Zulfahmi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial, yang menjadi ruh perjuangan GMNI sejak awal berdiri, harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Zulfahmi juga mengingatkan agar para kader dan alumni GMNI hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam diskusi akademik atau politik, tetapi melalui aksi nyata yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat.
“Keberadaan Sahabat Marinda 54 harus menjadi bukti bahwa alumni GMNI tetap konsisten berpihak pada rakyat kecil. Setiap langkah perjuangan yang kita lakukan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal hukum, pendidikan, dan advokasi sosial,” tambahnya.
Acara deklarasi ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya politikus sekaligus alumni GMNI, Watoni Nurdin; akademisi dan alumni GMNI, Achmad Moelyono; serta berbagai tokoh alumni lainnya yang memberikan dukungan moral penuh terhadap gerakan ini. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi motivasi tambahan bagi kader dan pengurus Sahabat Marinda 54 untuk bekerja lebih keras dalam menyalurkan bantuan serta advokasi kepada masyarakat.
Dalam suasana yang penuh keakraban, para alumni GMNI sepakat bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh berhenti di ruang diskusi. Kehadiran Sahabat Marinda 54 diharapkan menjadi wadah nyata yang dapat membantu masyarakat secara langsung, terutama di bidang hukum, pendidikan, dan sosial. Kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi antara kader muda GMNI dengan para alumninya, guna memperkuat sinergi dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial, sebagaimana ajaran Bung Karno.
Zulfahmi Hasan menekankan bahwa DPD PA GMNI Lampung akan terus mendorong lahirnya gerakan-gerakan sosial baru yang berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan, organisasi sosial dan alumni GMNI tidak akan berhenti berinovasi untuk memperkuat posisi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.
“Dengan semangat marhaenisme yang terus menyala, kami ingin memastikan bahwa rakyat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi subjek yang aktif dalam menentukan arah pembangunan dan keadilan sosial. Sahabat Marinda 54 adalah bukti nyata dari komitmen ini,” pungkasnya.***












