SAMUDERA NEWS – Keluarga empat siswa yang menjadi korban pengeroyokan di Dusun Tanjung Harapan, Desa Cabang Empat, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, menuntut aparat kepolisian segera mengamankan para pelaku yang hingga kini masih berkeliaran bebas.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (13/2) lalu menimpa empat pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah. Mereka adalah Rehan Falepi, Agung Satya Jaya, dan M. Fadli dari SMKN 01 Abung Selatan, serta Fernando dari SMAN 01 Anak Ratu Aji, Lampung Tengah.
Keempat orang tua korban, Uliyadi (55), Rusdi (57), Kilansyah (55), dan Siswanto (45), menyampaikan kekecewaan mereka terhadap lambannya proses hukum. Mereka khawatir jika pelaku tidak segera ditangkap, situasi bisa semakin memanas dan berpotensi menimbulkan konflik.
“Kami hanya ingin keadilan untuk anak-anak kami. Mereka dipukuli secara brutal, tapi pelakunya masih bebas berkeliaran seperti tidak bersalah,” ujar Rusdi.
Pelaku Bertindak Brutal, Masyarakat Geram
Video pengeroyokan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan secara membabi buta oleh pelaku yang diduga dipimpin oleh Tamsir Cs. Dalam rekaman tersebut, terlihat bagaimana para korban dipukuli tanpa ampun, hingga menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat.
H. Saibi Mahat, tokoh agama dan masyarakat Desa Gilih Suka Negeri, mengecam keras kejadian ini.
“Ini tindakan yang sangat tidak manusiawi. Anak-anak yang masih memakai seragam sekolah seharusnya dilindungi, bukan dipukuli seperti binatang. Kami meminta polisi bertindak cepat dan menangkap pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Desakan untuk Penegakan Hukum
Masyarakat Desa Gilih Suka Negeri dan Desa Alam Jaya mendesak Polres Lampung Utara untuk segera menangkap para pelaku. Mereka juga meminta agar penegakan hukum berjalan transparan dan adil, tanpa ada keberpihakan.
“Kami tidak ingin hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika kasus ini dibiarkan, bisa memicu konflik sosial yang lebih besar,” ujar salah satu warga yang ikut mengawal kasus ini.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini. Sementara itu, keluarga korban terus berharap agar keadilan segera ditegakkan.***












