• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Penyair Muda Lampung Bongkar Misteri Dunia Pendidikan Lewat Puisi “Sekolah di Istana Para Dewi”, Sindiran Pedas untuk Sistem yang Kian Kabur

MeldabyMelda
13/10/2025
in Berita
Penyair Muda Lampung Bongkar Misteri Dunia Pendidikan Lewat Puisi “Sekolah di Istana Para Dewi”, Sindiran Pedas untuk Sistem yang Kian Kabur
ADVERTISEMENT

SAMUDERA – Dunia sastra Lampung kembali bergetar setelah penyair muda berbakat, Muhammad Alfariezie, merilis karya puisinya yang berjudul “Sekolah di Istana Para Dewi”. Karya ini menjadi perbincangan publik karena keberaniannya menyoroti misteri lembaga pendidikan yang disebut-sebut menerima anggaran negara, namun tak jelas keberadaan fisik maupun transparansi pengelolaannya.

Muhammad Alfariezie, yang sebelumnya dikenal lewat novel debutnya berjudul Rumah Darah, kini tampil sebagai sosok penyair muda yang menggunakan puisi sebagai senjata moral. Melalui gaya satire yang tajam, ia menggabungkan kritik sosial, simbolisme, dan humor gelap untuk mengungkap sisi buram pendidikan di negeri yang konon berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam wawasan puitiknya, Alfa menggunakan formula unik yang mencerminkan logika sosial yang terdistorsi:

BeritaLainnya

Dari Lampung untuk Indonesia, Rakernas I APTISI Jadi Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Swasta

Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa

Institusi Pendidikan + Kekuasaan + Misteri + Ironi Sosial = Kritik atas Korupsi Moral dan Sistemik.

Formula itu ia sederhanakan kembali dalam bentuk simbolik yang lebih menggigit:
(Yayasan + Anggaran Negara) – (Transparansi + Kejujuran) = Ketimpangan + Satire Sosial.

ADVERTISEMENT

Puisi “Sekolah di Istana Para Dewi” pun lahir dari perumusan ini, menjadi bentuk kemarahan yang elegan, kritik yang tersusun dalam keindahan bahasa, dan gugatan yang dibalut ironi.

Berikut isi puisi lengkap karya Alfariezie:

Sekolah di Istana Para Dewi

Yayasa Prakarsa Bunda
entah di mana kantornya
tapi menerima anggaran
bangun sekolah dari
pemerintah meski belum
tentu muridnya resmi
berijazah

Mungkin kantornya di
Kontrakan wali kota
sebab bisa jadi dia
yang punya

Barangkali sekretariatnya
di istana para dewi sebab
yayasan ini sungguh
bermisteri

Kami bertanya ke para guru
namun mereka enggak ada
yang tahu

Kami bertanya kepada murid
tapi perasaan seperti tergigit

Sekolah penerima APBD
yang katanya semua gratis
ternyata jual beli buku: sadis!

Yayasan Prakarsa Bunda
siapa yang punya?

2025

Puisi ini tidak hanya sekadar permainan kata. Ia adalah refleksi sosial, sebuah alarm moral yang menyorot kebobrokan sistem yang mengatasnamakan pendidikan. Melalui diksi sederhana namun tajam, penyair menyentuh persoalan klasik: korupsi, transparansi, dan ketimpangan sosial yang disamarkan lewat retorika kebaikan publik.

Sejak bait pertama, pembaca langsung diajak menelusuri absurditas realitas: lembaga yang menerima dana besar dari pemerintah, tetapi tak jelas di mana kantornya berada. Kalimat “entah di mana kantornya tapi menerima anggaran” menjadi sindiran keras terhadap praktik birokrasi gelap di balik nama-nama yayasan yang seolah suci namun sarat kepentingan politik.

Baris “mungkin kantornya di kontrakan wali kota” memperkuat dugaan bahwa institusi pendidikan dalam puisi ini hanyalah simbol dari kekuasaan yang berkelindan dengan kepentingan pribadi. Penyair membangun alegori kekuasaan yang feminin melalui istilah “istana para dewi”, menciptakan kesan lembut namun menyimpan ironi pahit: kekuasaan yang manis di luar, tetapi menekan di dalam.

Di bagian tengah puisi, suasana berubah menjadi lebih surealis dan absurd. Guru dan murid, dua elemen kunci dunia pendidikan, justru digambarkan kehilangan arah dan makna. “Kami bertanya ke para guru namun mereka enggak ada yang tahu / Kami bertanya kepada murid tapi perasaan seperti tergigit.” Dua baris ini menggambarkan kekacauan sistem yang membuat para pelaku pendidikan kehilangan pijakan dan identitasnya.

Bait berikutnya menampilkan ledakan emosi penyair dengan ironi tajam: “Sekolah penerima APBD yang katanya semua gratis ternyata jual beli buku: sadis!” Di sinilah kritik sosial mencapai puncaknya. Kata “sadis” menjadi simbol kejengkelan terhadap paradoks yang sering terjadi: kebijakan pendidikan gratis di atas kertas, tapi praktik di lapangan tetap berorientasi pada keuntungan.

Bagian akhir puisi, dengan kalimat “Yayasan Prakarsa Bunda, siapa yang punya?”, menjadi pukulan telak terhadap moral publik. Pertanyaan sederhana ini menggema seperti seruan keadilan, bukan hanya menyoal kepemilikan lembaga, tetapi juga kepemilikan makna. Siapa yang sebenarnya memiliki pendidikan? Apakah rakyat, atau mereka yang bersembunyi di balik kekuasaan dan nama-nama besar?

Melalui karyanya, Alfariezie tidak hanya menulis puisi, tetapi membangun cermin sosial. Ia mengingatkan bahwa pendidikan hari ini telah kehilangan peta moralnya, bergeser dari ruang pembelajaran menuju ruang transaksi. Kritiknya menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi sarana pembebasan, bukan komoditas birokratis.

Sekolah di Istana Para Dewi menjadi bukti bahwa puisi masih bisa menjadi senjata sosial. Dalam bait-baitnya yang padat dan menyengat, ia menantang publik untuk tidak lagi diam terhadap penyimpangan yang dilakukan atas nama pendidikan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Kritik SosialMuhammad AlfarieziePenyair Muda Lampungpuisi satire pendidikanSastra LampungSekolah di Istana Para Dewiyayasan pendidikan
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Polsek Wonosobo Bekuk Pelaku Penganiayaan Berat di Sawah Banyu Urip, Dendam Lama Jadi Pemicu!

Next Post

Muhammad Alfariezie Kembali Guncang Dunia Sastra: Buka Donasi untuk Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” yang Bongkar Dosa dan Kutukan Manusia

Related Posts

Dari Lampung untuk Indonesia, Rakernas I APTISI Jadi Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Swasta
Berita

Dari Lampung untuk Indonesia, Rakernas I APTISI Jadi Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Swasta

23/08/2026
Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa
Berita

Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa

23/08/2026
Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah
Berita

Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah

23/08/2026
Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie
Berita

Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie

23/08/2026
Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui
Berita

Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui

23/08/2026
Pengawasan Anggaran Negara
Berita

Pengawasan Anggaran Negara

23/08/2026
Next Post
Muhammad Alfariezie Kembali Guncang Dunia Sastra: Buka Donasi untuk Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” yang Bongkar Dosa dan Kutukan Manusia

Muhammad Alfariezie Kembali Guncang Dunia Sastra: Buka Donasi untuk Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” yang Bongkar Dosa dan Kutukan Manusia

Lampung Ambil Langkah Strategis Lindungi Petani Singkong dan Industri Tapioka di Tengah Tekanan Harga Global

Lampung Ambil Langkah Strategis Lindungi Petani Singkong dan Industri Tapioka di Tengah Tekanan Harga Global

Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Final Pornas Korpri 2025 Usai Kalahkan Kaltim dalam Duel Sengit Lima Set

Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Final Pornas Korpri 2025 Usai Kalahkan Kaltim dalam Duel Sengit Lima Set

Cangget Turun Mandei di Lampung Timur, Simbol Pelestarian Adat dan Penguatan Identitas Daerah

Cangget Turun Mandei di Lampung Timur, Simbol Pelestarian Adat dan Penguatan Identitas Daerah

Pemprov Lampung Dorong Perluasan Akses Keuangan Daerah, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Pemprov Lampung Dorong Perluasan Akses Keuangan Daerah, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Berita Terkini

  • Dari Lampung untuk Indonesia, Rakernas I APTISI Jadi Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Swasta
  • Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa
  • Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah
  • Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie
  • Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In