SAMUDERA NEWS – Pemandangan yang tidak biasa terjadi di warung es kelapa muda milik Alek di Desa Braja Sakti, Way Jepara, Lampung Timur. Pembeli-pembeli setia rela mengantre hingga berjam-jam hanya untuk menikmati segarnya es degan yang disajikan di warung sederhana itu.
Berkat popularitasnya yang makin meningkat, Alek, sang pemilik warung, harus memutar otak dengan membuat nomor antrean. Langkah ini diambil untuk mengatasi lonjakan pembeli yang semakin banyak, agar tidak terjadi kekacauan di depan warung.
Hari-hari terakhir ini ramai sekali, terutama pada jam-jam tertentu di bulan Ramadan. Pembeli datang hampir bersamaan, sehingga nomor antrean menjadi solusi agar semua pembeli bisa dilayani dengan tertib, ujar Alek, ketika ditemui pada Jumat (22/3/2024).
Warung es kelapa muda Alek mampu menampung hingga 300 buah kelapa muda dalam sehari. Namun, lonjakan pembeli yang khususnya terjadi di jam-jam sore membuat Alek harus bekerja lebih keras.
Mardianto, salah satu pembeli setia warung es tersebut, mengungkapkan pengalamannya. Saya datang sejak pukul 15.30 dan hingga pukul 16.20 belum juga dipanggil karena nomor antrean saya nomor 78, sementara Alek baru melayani nomor 45 pada saat itu, keluhnya.
Sementara harga es kelapa muda di warung Alek dipatok sama dengan pedagang lainnya, yakni Rp10 ribu per kelapa, namun fenomena antrean panjang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Meskipun ada banyak pedagang es kelapa muda di sekitar pasar Way Jepara dengan harga yang sama, tapi warung Alek selalu ramai. Rasanya seperti sedang antre di dokter, tapi ini untuk es kelapa muda, tambah Mardianto sambil tertawa.
Tidak hanya sekadar minuman segar, es kelapa muda di Way Jepara telah menjadi bagian dari budaya lokal yang dihargai oleh masyarakat setempat. Kehadiran warung es kelapa muda Alek telah menciptakan fenomena unik yang menarik perhatian banyak orang.***











