SAMUDERA NEWS— Pelatih Benfica, Jose Mourinho, kembali menjadi sorotan publik usai kemenangan timnya atas Napoli dalam laga kompetisi Eropa. Benfica meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol penalti Vangelis Pavlidis pada menit ke-34, hasil yang memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi delapan pertandingan di semua ajang. Meski meraih hasil positif, Mourinho justru melontarkan kritik terhadap media dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut menegaskan konsistensi performa Benfica di bawah asuhan Mourinho. Menghadapi Napoli yang berstatus juara bertahan Serie A Italia, Benfica tampil disiplin dan efektif, terutama dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Gol penalti Pavlidis menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh tekanan, sekaligus memastikan tiga poin penting bagi wakil Portugal itu.
Namun, alih-alih merayakan hasil tersebut, Mourinho menyampaikan kekecewaannya terhadap pemberitaan media yang dinilainya kurang memberikan apresiasi atas pencapaian timnya. Ia menilai kemenangan atas tim sekelas Napoli seharusnya mendapat perhatian lebih besar, mengingat kualitas lawan dan konteks kompetisi yang dihadapi Benfica.
“Di sini kami mengalahkan juara Italia, tetapi jelas ini tidak diberi bobot yang seharusnya,” ujar Mourinho dalam konferensi pers usai pertandingan.
Lebih lanjut, Mourinho menekankan bahwa kekuatan Benfica saat ini terletak pada soliditas tim, bukan pada kehadiran bintang-bintang besar dunia. Ia menyebut sejumlah pemain muda seperti Gianluca Prestianni dan Andreas Schjelderup sebagai contoh keberhasilan regenerasi yang sedang dibangun klub. Menurutnya, kerja kolektif dan disiplin taktik menjadi fondasi utama performa positif Benfica sepanjang musim ini.
Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan bahwa kemenangan tidak selalu harus diraih dengan permainan spektakuler. Dalam beberapa situasi, efektivitas dan ketahanan mental justru menjadi kunci utama untuk mengamankan hasil. Pendekatan tersebut dinilai berhasil membawa Benfica tampil stabil, bahkan saat menghadapi lawan dengan reputasi dan kualitas individu yang lebih menonjol.
Dengan hasil ini, Benfica semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tim paling konsisten di kompetisi Eropa musim ini. Sementara itu, pernyataan Mourinho kembali memantik perdebatan publik, terutama terkait peran media dalam menilai keberhasilan sebuah tim. Terlepas dari kontroversi yang muncul, catatan tak terkalahkan Benfica menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kolektif yang dibangun Mourinho mulai menunjukkan hasil signifikan.***












