SAMUDERA NEWS— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali menggelar apel mingguan di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (29/9/2025). Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta dalam tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Gubernur Mirza, manajemen talenta bukan sekadar jargon, melainkan instrumen utama sistem merit yang bertujuan mencetak ASN profesional, modern, serta memiliki daya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Manajemen talenta menjadi bagian integral dari sistem merit. Melalui penerapan ini, kita pastikan setiap ASN memiliki kesempatan yang sama dalam pengembangan karier, dengan prinsip transparansi, keadilan, serta berbasis pada kompetensi dan kinerja,” ujar Sulpakar menyampaikan pesan Gubernur.
Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Lampung juga terlihat jelas. Provinsi ini ditetapkan sebagai salah satu pilot project penerapan manajemen talenta oleh BKN Regional V. Penunjukan ini dianggap sebagai pengakuan atas komitmen Lampung dalam memperkuat tata kelola kepegawaian yang lebih akuntabel dan progresif.
Langkah nyata Pemprov Lampung dalam mendukung program ini sudah terlihat di berbagai sektor. Mulai dari integrasi aplikasi berTAPIS dengan SIMATA BKN, percepatan akreditasi UPTD Penilaian Kompetensi, hingga pelaksanaan pemetaan kompetensi ASN secara rutin. Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan database kompetensi ASN yang valid, akurat, dan bisa diandalkan untuk merancang pola pengembangan karier jangka panjang.
“Database ini akan menjadi dasar dalam menentukan siapa yang pantas mendapatkan promosi jabatan, siapa yang perlu pelatihan, serta siapa yang memiliki potensi besar untuk menduduki posisi strategis. Semua berdasarkan merit, bukan lagi faktor kedekatan atau senioritas semata,” tegas Sulpakar.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan manajemen talenta tidak bisa hanya digerakkan dari pucuk pimpinan. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh ASN, mulai dari pejabat eselon hingga staf pelaksana, agar sistem berjalan efektif. Dengan penerapan manajemen talenta, setiap ASN di lingkungan Pemprov Lampung akan mendapatkan ruang berkembang yang sama, sehingga tercipta birokrasi yang profesional, bersih, dan mampu memberikan pelayanan publik terbaik.
Dalam arahannya, Sulpakar juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kedisiplinan. Menurutnya, apel mingguan bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan forum strategis yang berfungsi membangun disiplin, menyatukan langkah, serta memperkuat komunikasi internal antar-pegawai.
“Apel ini jangan dianggap hanya sebagai kewajiban hadir dan mengisi absen. ASN harus benar-benar hadir dengan penuh tanggung jawab, aktif, dan siap mengimplementasikan pesan-pesan yang disampaikan,” tuturnya.
Gubernur Mirza juga menitipkan pesan agar para ASN senantiasa meningkatkan kompetensi diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjaga integritas. Dengan begitu, Lampung bisa menjadi role model penerapan manajemen talenta di tingkat nasional.
Apel mingguan ini dihadiri oleh pejabat eselon II, III, dan IV, serta ratusan ASN di lingkungan Pemprov Lampung. Kehadiran para peserta dianggap sebagai momentum penting untuk menyamakan visi, terutama dalam upaya menyiapkan birokrasi yang lebih profesional, modern, dan siap bersaing di era global.***












