• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, October 29, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Banjir Maut di Sumatera Renggut 800 Nyawa: Ada Apa dengan Pengelolaan Lingkungan Kita?

MeldabyMelda
08/12/2025
in Berita
Banjir Maut di Sumatera Renggut 800 Nyawa: Ada Apa dengan Pengelolaan Lingkungan Kita?
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Tragedi banjir dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat kembali membuka luka besar dalam tata kelola lingkungan Indonesia. Lebih dari 800 orang meninggal dunia dan sekitar 500 warga lainnya masih hilang, menjadikan bencana ini salah satu yang paling mematikan dalam dua dekade terakhir. Ribuan rumah rusak, akses jalan putus, serta fasilitas umum porak-poranda di lebih dari 50 kabupaten. Situasinya sudah memasuki fase krisis kemanusiaan berskala besar.

Di tengah musibah ini, para ahli lingkungan menyampaikan analisis tajam yang menyoroti faktor utama di balik dahsyatnya bencana. Cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar memang pemicu awal, namun kondisi ekologis Sumatera yang semakin rapuh disebut menjadi penyebab kerusakan yang begitu meluas.

Edy Karizal, Direktur Lembaga Konservasi 21 (LK-21), mengungkapkan bahwa kerusakan di kawasan hulu dan daerah aliran sungai (DAS) telah lama menjadi potensi ancaman yang terabaikan. “Hujan ekstrem memang memicu banjir, tapi kerusakan ekosistem memperbesar dampaknya menjadi bencana besar,” ujarnya kepada pesawaran.pikiran-rakyat.com, Minggu (7/12/2025).

BeritaLainnya

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

Menurut Edy, penurunan kualitas hutan di berbagai provinsi menyebabkan alam kehilangan kemampuan menahan air. Alih fungsi lahan, penebangan liar, dan lemahnya pengawasan tata ruang berlangsung terus-menerus, membuat bentang alam sangat rentan ketika curah hujan tinggi datang.

Data LK-21 menunjukkan, sejak beberapa periode kepemimpinan Kementerian Kehutanan, sekitar 1,64 juta hektare hutan telah berubah menjadi Area Peruntukan Lain (APL). Konversi ini terjadi masif di berbagai wilayah: Aceh ±70.000 ha, Sumut ±150.000 ha, Riau ±600.000 ha, Jambi ±120.000 ha, Kalbar ±60.000 ha, Kalteng ±350.000 ha, Kaltim ±250.000 ha, dan wilayah lain ±50.000 ha. Hilangnya tutupan hutan ini disebut menjadi penyebab utama longsor yang membawa gelondongan kayu dan lumpur ke permukiman warga.

ADVERTISEMENT

Edy menyebut tragedi ini sebagai kombinasi mematikan antara bencana alam dan krisis tata kelola lingkungan. Ia juga menyoroti regulasi yang dinilai memberi ruang ekspansi perkebunan dan konversi kawasan hutan, termasuk Permen LHK Nomor 14 Tahun 2023. “Kalau kebijakan tidak dievaluasi, kita akan terus menghadapi risiko bencana lebih besar,” tegasnya.

Kerusakan lingkungan juga disebut berdampak pada kehidupan satwa liar seperti harimau sumatra, gajah, badak, hingga orangutan. Hilangnya habitat membuat konflik manusia–satwa meningkat, dan pada saat bersamaan melemahkan daya serap air di lanskap hutan sehingga banjir bandang lebih mudah terjadi.

Edy mendorong pemerintah memperkuat program rehabilitasi ekologis jangka panjang, meliputi pemulihan kawasan hulu, audit perizinan, dan peninjauan ulang tata ruang. “Selain respons darurat, evaluasi kebijakan wajib dilakukan agar kejadian seperti ini tidak berulang,” ujarnya.

Ia juga meminta investigasi penyebab kerusakan lingkungan dilakukan secara transparan dan melibatkan pakar independen. Menurutnya, kebijakan yang berdampak buruk terhadap lingkungan harus diuji melalui mekanisme hukum yang akuntabel. “Pengelolaan hutan tidak bisa disamakan dengan pengelolaan perkebunan monokultur. Risikonya berbeda,” ucapnya.

Respons Pemerintah
Pemerintah pusat menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi, pencarian korban, distribusi bantuan makanan, hingga penyediaan hunian sementara. Sejumlah kementerian telah menerjunkan tim tanggap darurat dan menyiapkan skema rehabilitasi pascabencana.

Namun para pengamat menilai bahwa tragedi ini adalah alarm keras perlunya integrasi kebijakan lingkungan, mitigasi bencana, dan perencanaan ruang berbasis risiko. Mereka berharap bencana ini menjadi momentum besar untuk memperbaiki tata kelola hutan, mempertegas perlindungan kawasan konservasi, serta mempercepat pemulihan ekosistem yang telah rusak.

Kejadian di Sumatera ini menjadi pengingat bahwa tanpa perlindungan lingkungan yang kuat, bencana serupa bukan hanya mungkin berulang, tetapi bisa lebih mematikan. Pembangunan yang tidak selaras dengan daya dukung alam pada akhirnya menempatkan masyarakat sebagai pihak yang paling dirugikan.***

Source: WAHYUDIN
Tags: banjir sumatera 2025bencana ekologis sumaterakerusakan hutan indonesiakrisis ekologis indonesiaLingkungan HidupLK 21longsor aceh sumut sumbarsiklon tropis senyartata ruang sumatera
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Pringsewu Kejar Legalitas Aset Daerah: 1.481 Bidang Sudah Bersertifikat, Ratusan Lagi Dalam Proses Penyelesaian

Next Post

LSM PRO RAKYAT Desak Pencopotan Kepala BPK Lampung dan Mutasi Pejabat Pemeriksa, Tuding Temuan Laporan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Related Posts

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
Berita

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

28/10/2026
Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
Berita

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

28/10/2026
ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Berita

ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan

28/10/2026
Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
Berita

Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah

28/10/2026
BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045
Berita

BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

28/10/2026
Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter
Berita

Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter

28/10/2026
Next Post
LSM PRO RAKYAT Desak Pencopotan Kepala BPK Lampung dan Mutasi Pejabat Pemeriksa, Tuding Temuan Laporan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

LSM PRO RAKYAT Desak Pencopotan Kepala BPK Lampung dan Mutasi Pejabat Pemeriksa, Tuding Temuan Laporan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Sidang Keempat Prapid Dirut PT LEB Terancam Memanas: Berkas Kejati Lampung Masih Bermasalah, Pengacara Siapkan Langkah Tegas

Kejati Lampung Menang Pra Peradilan PT LEB, Status Tersangka Dirut Tetap Sah

DPR Salah Kaprah, Bencana Ekologis Sumatra Justru Karena Reforma Agraria Tak Dijalanin

DPR Salah Kaprah, Bencana Ekologis Sumatra Justru Karena Reforma Agraria Tak Dijalanin

Borgol Digital Tanggamus: Fingerprint Jadi Bukti Gagalnya Integritas ASN, Apakah Transformasi Digital Cukup?

Borgol Digital Tanggamus: Fingerprint Jadi Bukti Gagalnya Integritas ASN, Apakah Transformasi Digital Cukup?

Kejari Tanggamus Gelar Seminar Hakordia 2025, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Integritas dan Kolaborasi Anti Korupsi

Kejari Tanggamus Gelar Seminar Hakordia 2025, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Integritas dan Kolaborasi Anti Korupsi

Berita Terkini

  • Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
  • Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
  • ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
  • Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
  • BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In