SAMUDERA NEWS — Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dengan menggelar kegiatan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Jumat siang (9/5), di Gedung Serumpun Padi, Kecamatan Gisting. Kegiatan ini menjadi panggung strategis untuk mengokohkan peran penyuluh dalam mewujudkan swasembada pangan daerah.
Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH., hadir langsung memberikan arahan kepada ratusan penyuluh pertanian se-Kabupaten Tanggamus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para penyuluh yang selama ini menjadi motor penggerak di lapangan.
“Penyuluh bukan hanya penghubung antara kebijakan dan petani, tapi mereka adalah agen perubahan. Tanpa penyuluh yang tangguh, pertanian kita bisa terpuruk,” tegas Bupati.
Didampingi pejabat daerah seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya M, Kadis KPTPH Catur Agus Dewanto, Kadisbunnak Hendra Patra, serta Camat Gisting, acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh penting dari PERHIPTANI baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Termasuk Ketua DPW PERHIPTANI Provinsi Lampung, Ir. Sutono, M.M., dan para dewan pakar seperti Prof. Dr. Ir. Hi. Soni Isnaini dan Prof. Dr. Ir. Hj. Maryati.
Bupati Saleh Asnawi juga menekankan pentingnya kolaborasi antar OPD, organisasi profesi seperti PERHIPTANI, dan seluruh elemen pertanian untuk memperkuat pendampingan kepada petani, serta mempercepat adopsi teknologi dalam sistem pertanian.
“Inovasi, profesionalisme, dan dedikasi adalah kunci keberhasilan. Kita butuh penyuluh yang bukan hanya paham teori, tapi juga mengerti realita di lapangan,” imbuhnya.
Tak hanya memberi arahan teknis, Bupati menutup sambutan dengan sebuah pantun inspiratif yang disambut riuh tepuk tangan peserta:
Tanaman padi haruslah dipupuk, tanpa pupuk akan lama tumbuh.
Pertanian akan menurun dan terpuruk, tanpa dukungan penyuluh yang tangguh.
Bakteri dan virus itu penyakit, musuh petani dalam berbudidaya.
Penyuluh kita haruslah bangkit, swasembada pangan wujudkan bersama.
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus strategis untuk menyatukan visi pertanian Tanggamus yang lebih produktif dan adaptif terhadap tantangan zaman.***














