SAMUDERA NEWS- Guna memastikan keamanan dan kelancaran ajang internasional Krui Pro World Surf League (WSL) 2025, Polda Lampung bersama Tim Risk Assessment Baharkam Mabes Polri melaksanakan asesmen risiko menyeluruh di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa pagi.
Dipimpin oleh Kombes Pol Sigit Haryono, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pengamanan terpadu untuk menyambut ribuan pengunjung dan peserta dari berbagai negara.
“Event ini berskala internasional, maka persiapannya pun harus dilakukan secara detail dan menyeluruh,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
Enam aspek utama yang dianalisis dalam risk assessment meliputi infrastruktur, kesehatan, keamanan, keselamatan, potensi kriminalitas, dan sistem informasi publik. Fokus evaluasi termasuk kesiapan jalur akses, fasilitas medis darurat, sistem evakuasi, serta potensi ancaman keamanan lainnya.
Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya protokol keselamatan standar, termasuk SOP penanganan bencana, sistem komunikasi cepat, serta penyediaan rambu informasi yang mudah diakses publik.
“Semua ini demi menjamin rasa aman dan nyaman seluruh pihak, mulai dari panitia, peserta, hingga wisatawan yang hadir,” lanjut Yuyun.
Kegiatan ini turut melibatkan Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, Kadis Pariwisata Pesisir Barat I Nyoman Setiawan, perwakilan Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta panitia lokal dan PB PSOI.
Krui Pro WSL 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga dunia, tetapi juga sarana promosi sport tourism andalan Lampung yang menyatukan keindahan alam dan semangat internasionalisme. Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan, event ini diharapkan berjalan sukses dan aman.***












