SAMUDERA NEWS — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung akan menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pada 26 Juni mendatang untuk memilih ketua umum baru, menyusul pengunduran diri Arinal Djunaidi pada April lalu.
Tradisi gubernur menjabat Ketua KONI kini berubah. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal atau Mirza, menolak mengambil alih posisi tersebut meskipun secara politis kesempatan itu terbuka.
Mirza menegaskan ada banyak tokoh yang lebih pantas memimpin KONI Lampung. “Saya ingin fokus menjalankan tugas sebagai kepala daerah, sementara kepengurusan KONI perlu dipegang oleh figur yang kompeten dan berdedikasi,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Mirza mengungkapkan arah kebijakan anggaran KONI Lampung ke depan. Dia memastikan KONI tidak lagi mengandalkan dana APBD Provinsi Lampung sebagai sumber utama pembiayaan. Bila ada, dana yang diberikan berupa hibah terbatas.
“Prioritas APBD lima tahun ke depan akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, sedangkan pembinaan prestasi atlet menjadi tanggung jawab KONI dan cabang olahraga masing-masing,” jelas Mirza.
Langkah ini diharapkan mendorong kemandirian organisasi olahraga dan pemanfaatan dana daerah yang lebih optimal untuk pembangunan infrastruktur.***












