SAMUDERA NEWS- Masuknya Rafael Struick di babak kedua menjadi momen penting yang mengubah wajah permainan Timnas Indonesia saat menghadapi Myanmar. Pemain keturunan Belanda ini menunjukkan kelas yang berbeda, menghadirkan dinamika baru yang membuat lini serang skuad Garuda lebih hidup.
Sepanjang babak pertama, Timnas Indonesia terlihat kesulitan membongkar pertahanan Myanmar. Lini depan yang diisi oleh duet Arkhan Kaka dan Hokky Caraka kurang mampu memberikan ancaman berarti. Ketatnya penjagaan lini belakang Myanmar membuat kedua penyerang ini tak bisa leluasa menciptakan peluang. Alhasil, permainan skuad asuhan Shin Tae-yong terlihat monoton dan kurang efektif.
Namun, situasi berubah drastis setelah babak kedua dimulai. Shin Tae-yong memasukkan Rafael Struick, Victor Dethan, dan Asnawi Mangkualam. Kehadiran mereka memberikan energi baru, membuat serangan Garuda semakin cair dan terarah.
Rafael Struick, khususnya, menjadi pusat perhatian dengan kontribusinya di lini depan. Ia mencatatkan dua tembakan ke arah gawang yang nyaris membuahkan gol, meski kiper Myanmar masih mampu melakukan penyelamatan gemilang. Permainannya yang cerdas dan kreatif menjadi pembeda di laga ini.
Pada menit ke-76, Asnawi Mangkualam memanfaatkan momentum serangan untuk mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 1-0. Gol ini sekaligus menjadi bukti efektivitas perubahan strategi Shin Tae-yong.
Kemampuan Rafael Struick di lapangan membuktikan kualitasnya yang berada di atas rata-rata pemain lain di turnamen ini. Penampilannya menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di ASEAN Cup 2024.***











